logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

GOMBONG- Susi Rohmayati (29), warga Desa Kewaru RT 2 RW 3, Kecamatan Kuwarasan (selatan Gombong), Kebumen, kemarin pagi ditemukan tewas mengerikan. Lehernya terkena sayatan pisau selebar sembilan sentimeter, kepala penuh luka, dan dada memar.

Saat ditemukan anggota Polres Kebumen, kondisi wanita itu bersimbah darah. Posisinya telentang di kamar nomor dua dengan kepala di utara dan kedua tangan di atas. Darah segar masih berceceran di tempat tidur.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan pisau serta kunci roda. Yang mengejutkan, pelaku pembunuhan diduga kuat suaminya, Saimun (30), lelaki asal Desa Rogodono, Kecamatan Buayan. Suami-istri itu mengontrak rumah di desa tersebut.

Saimun sehari-hari bekerja sebagai tukang vulkanisir ban. Namun sudah sekitar 10 hari dia meninggalkan rumah. Apalagi, menurut tetangga sekitar, selama ini suami-istri tersebut jarang bergaul dengan masyarakat.

Pembunuhan itu tentu mengagetkan warga sekitar. Bahkan hingga siang kemarin, masyarakat terus berdatangan ke lokasi kejadian. Namun rumah tersebut telah terkunci rapat dan diberi garis polisi.

Sebelumnya, Camat Kuwarasan Dra Retno Yuliyati dan petugas puskesmas serta anggota polsek datang ke lokasi sejak pagi. Petugas Satreskrim Polres membawa mayat itu ke RSUD Kebumen. Namun, akhirnya mayat korban diautopsi di RSU Dr Sardjito Yogyakarta.

Serahkan Diri

Kapolres Kebumen AKBP Drs Edy Suyanto yang dihubungi melalui Kasatreskrim AKP T Sutarta kemarin mengaku telah menahan suami korban, Saimun, di Mapolres.

Menurut Kasatreskrim, Saimun menyerahkan diri ke petugas Polsek Sruweng yang beralamat di Gombong. Sementara, lelaki itu telah mengaku membunuh istrinya. Namun untuk melengkapi alat bukti dan pengakuannya, mayat korban tetap diautopi. ''RSU tidak bisa memberi keterangan dari visum luar saja,'' ungkap Kasatreskrim.

Kadus II Desa Kewaru Sarjono dan tetangga korban, Arif Rohman mengatakan, para tetangga sekitar tidak tahu kapan penganiayaan dilakukan pelaku. Kamis sore memang suami-istri itu terlihat masuk rumah. Biasanya, korban menjemur pakaian sebelum pukul 06.00.

''Pagi itu jendela rumah korban tak dibuka-buka. Tahu-tahu malah ada polisi datang, tanya-tanya lalu membuka pintu. Warga berdatangan begitu mengetahui ada pembunuhan,'' urai Sarjono.

Beberapa tetangga menuturkan, Saimun mengontrak rumah Tugino Kartosiwito, Kaur Pemerintahan Desa Kewaru, sejak enam bulan lalu. Namun mereka jarang bergaul. ''Suaminya sering cemburu tiap istri pergi hingga terjadi kasus pembunuhan,'' ucap seorang warga dekat. Namun sejauh mana penyebab cemburu tersebut, polisi masih mengusutnya. Tersangka baru mengaku membunuh. Namun mengapa dia membunuh, masih dikorek oleh polisi.(B3-39s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA