| Sabtu, 03 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Indofood Buka Dapur UmumBANTUL -Bencana gempa bumi berkekuatan 5,9 skala richter yang terjadi Sabtu (27/5) lalu hingga menewaskan hampir 6.000 korban jiwa tersebut, mengundang haru dan prihatin masyarakat Indonesia maupun dunia. Untuk membantu korban bencana gempa bumi yang rumahnya rata dengan tanah, Indofood mendirikan dapur umum gratis bagi warga yang membutuhkan. Guna meringankan beban masyarakat khususnya di daerah gempa bumi, perusahaan makanan instan tersebut membangun delapan dapur umum di Bantul dan Klaten. Dapur umum dibangun di Pasar Imogiri, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Alun-alun Utara, dan RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Sedangkan dapur umum lainnya didirikan di Kecamatan Wedi, dan Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Sekitar 120 karyawan perusahaan mulai dari bagian keamanan, pemasaran hingga karyawan administrasi yang ada ikut dilibatkan. Seperti Subagyo (34), karyawan Divisi Mi Instan yang setiap harinya bertugas sebagai keamanan di pabrik yang berlokasi di Tambak Aji Semarang. Untuk membantu warga sarapan pagi, ia bersama rekan-rekannya bangun pukul 03.00 pagi lalu memasak Indomi siap saji. ''Setiap hari kami bangun jam 03.00 pagi, lalu memasak air untuk persiapan membuat Indomie siap saji. Setiap pagi kami melayani sekitar 1.900 orang atau memasak 40 karton indomi,'' kata Widiarto, Ketua Dapur Umum Indofood di Desa Patalan, Jetis, Kabupaten Bantul. Dapur umum tersebut berada di lokasi sudah sejak Minggu (28/5) lalu atau sehari setelah bencana tersebut berlangsung. Delapan dapur umum yang ada di Jateng dan Yogyakarta itu, kata Widiarto, merupakan tim yang terdiri dari karyawan all division yang ada di kawasan Jateng dan DIY dengan dikoordinasi pusat. Diawasi Dapur umum ini melayani mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 20.00 WIB. Setiap dapur umum, selalu diawasi seorang petugas pengendali mutu yang tergabung dalam tim Posko Indofood Peduli. Hal ini untuk memastikan bahwa indomi siap saji terjamin bersih sehat dan halal. Dengan adanya pengawasan yang cukup ketat ini, maka masyarakat tidak perlu takut lagi makan mi instan yang disajikan secara gratis di setiap dapur umum. ''Bahkan kami berkeliling ke beberapa dusun di sekitar wilayah Posko untuk membagi-bagikan kepada penduduk, sehingga diharapkan bantuan dapat menjangkau penduduk yang berlokasi jauh dari dapur umum,'' jelas Widiarto. Ketika bencana tsunami di Aceh dan musibah tanah longsor di Banjarnegara atau bencana banjir di jember, Indofood juga mendirikan dapur umum. ''Ini sudah merupakan komitmen kami untuk berbagi dan berupaya meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,'' kata Bezaliel Pakke, Koordinator Lapangan Posko Indofood Peduli. (sgt-39) |