logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Bangunan Retak Perlu Dicek Detail

YOGYAKARTA- Gempa yang terjadi Sabtu (27/5) lalu dengan kekuatan 5,9 Skala Richter, telah menghancurkan banyak bangunan dan gedung-gedung di DIY dan sebagian Jateng.

Di samping bangunan rumah tinggal, tidak sedikit bangunan publik seperti sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dan pusat perbelanjaan mengalami kerusakan.

Untuk menghindari risiko, Ketua Tim Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr Ir Ade Lisantono MEng Jumat (2/6) menyarankan untuk tidak menggunakan bangunan-bangunan tersebut, khususnya bangunan publik sebelum adanya pengecekan secara detail tentang struktur bangunan bersangkutan. ''Bangunan yang retak akibat gempa perlu dicek detail.''

UAJY melalui Pusat Perencanaan dan Konsultasi Teknik (PPKT) Fakultas Teknik, khususnya Program Studi Teknik Sipil, telah membentuk tim yang dapat membantu masyarakat umum, instansi swasta, dan pemerintah yang membutuhkan bantuan teknis, khususnya dalam pengecekan struktur bangunan tahan gempa.

Didukung Para Insinyur

''Tim tersebut didukung oleh para insinyur teknik sipil yang memiliki keahlian dan berpengalaman banyak dalam bidang struktur serta perhitungan konstruksi bangunan,'' ujar Ade Lisantono.

Menurutnya, tim itu dibantu oleh Dr Ir Nurwaji MSc, Ir Wiryawan S MT, Dr Yoyong A MSc, dan beberapa ahli konstruksi lain. Semua anggota tim adalah staf pengajar di Fakultas Teknik UAJY.

Bagi yang ingin mendapatkan bantuan teknis dapat menghubungi UAJY melalui telepon (0274) 487711 atau faksimile (0274) 487748 dan ditujukan kepada PPKT Fakultas Teknik atau melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UAJY cq Ir Kristianto PhD. (P12-39s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA