logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Juni 2006 BANYUMAS
Line

Delapan Korban Gempa Dirawat di RSUD Purbalingga

PURBALINGGA - Delapan korban gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten dirawat di RSUD Purbalingga. Dua di antaranya yang menderita patah tulang parah, dirujuk ke RSU Margono Sukarjo dan RS Hidayah Purwokerto.

Sementara itu, tiga orang masih dirawat di RSUD Purbalingga. Tiga lainnya telah pulang ke rumah masing-masing karena hanya menderita luka ringan dan sudah dinyatakan sembuh.

Lima korban dirawat di Ruang Dahlia, yaitu Fuad (11) santri Pondok Pesantren Nurul Huda Bukateja; Umiyati (35) warga Bantul yang bersuamikan warga Jalan Ketuhu Purbalingga; Agus (21), adik Umiyati; Edi Mulyono (49), pedagang dawet ayu dari Desa Klapa, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara; dan Diyanto (14), warga Purbalingga yang menjadi pedagang siomai di Bantul.

Dianto tertimpa reruntuhan rumah kontrakan di Desa Tlogo, Kecamatan Kasihan sehingga mengalami patah tulang. Dia dibawa ke sebuah rumah sakit di Bantul. Namun karena jumlah korban sudah melebihi kapasitas rumah sakit, dia tidak mendapat perawatan semestinya.

"Sabtu sore harinya, dia kami bawa pulang ke Purbalingga dengan mencarter mobil Rp 500.000. Kami langsung ke rumah di Desa Losari, Kecamatan Rembang. Baru Minggu pagi dia kami bawa ke RSUD. Dia menangis terus karena kesakitan sebelum kami bawa ke sini," tutur Muharto, saudaranya.

Sementara itu, tiga korban lainnya dirawat di Ruang Dahlia. Mereka adalah Wardilah (65) warga Jalan Onje Purbalingga yang mengalami trauma, Sukinah (75) warga Desa Langgar Kecamatan Kejobong, dan Mardiana (23) warga Bengkulu. Mardiana mengalami patah tulang pergelangan kaki dan lecet-lecet di kaki, lengan, serta lehernya.

"Saya dibawa ke RSUD Purbalingga oleh teman satu indekos yang asli Purbalingga, Sabtu malam. Hal itu terpaksa dilakukan karena di Yogyakarta tidak mendapatkan perawatan. Kebanyakan rumah sakit di Yogyakarta mengutamakan korban yang kondisinya kritis," papar Mardiana.

Edi Mulyono, warga Desa Klapa, Kecamatan Punggelan yang mengalami retak pada tulang belakang hingga kini masih terbaring di Kamar 4 Ruang Dahlia. Dia tidak banyak bicara dan bergerak karena menahan rasa sakit. (F10-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA