SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 02 Juni 2006

SEMARANG-Hasil pengecekan PT Pertamina (Persero) terhadap seluruh fasilitas penyaluran dan pendistribusian BBM di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dapat berfungsi dengan baik. Fasilitas Pertamina itu termasuk pula Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adisutjipto dan Depot Rewulu serta jalur pipa dari Kilang UP IV Cilacap.

SALATIGA-Dari kebutuhan susu di dua perusahaan di Jakarta (Indo Milk dan Sari Husada) sebanyak 40.000 liter sehari, Koperasi Serba Usaha (KSU) Andini Luhur di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, baru dapat melayani 15.000 liter.

JAKARTA-Posisi cadangan devisa Indonesia per 29 Mei 2006 sebesar 44,16 miliar dolar AS. Cadangan devisa tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Demikian penjelasan Bank Indonesia (BI) dalam laporannya yang dikutip dari situs BI, di Jakarta, Kamis.

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan PT Excelcomindo Pratama pertama sejak menjadi perusahaan publik digelar untuk menerima pengunduran diri Christian M de Faria dari posisi Presiden Direktur XL. Rapat yang dihadiri para pemegang saham atau kuasa pemegang saham,

JAKARTA-Pengusaha dari negeri kincir angin Belanda menyatakan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Ketertarikan itu menyebar di berbagai sektor, utamanya infrastruktur, pengolahan air, peralatan kesehatan, dan sektor keuangan.

JAKARTA-Pemerintah akan mengalokasikan sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun di APBN sebagai insurance coverage atau premi asuransi yang akan digunakan sebagai cadangan jika risiko terhadap proyek infrastruktur terjadi.

SEMARANG- Kerusakan yang menimpa sejumlah pasar di daerah gempa, terutama Klaten akan menjadi salah satu fokus perhatian Dinas Perdagangan Jateng. Akibat kerusakan itu aktivitas jual-beli kebutuhan pokok masyarakat terhenti.

JAKARTA-Pemerintah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) bidang transportasi menggantikan empat undang-undang yang lama. Yakni UU 13/1992 tentang Perkeretaapian,

JAKARTA-Pada tahun 2005, PT Unilever Indonesia Tbk kembali meraih prestasi dengan pertumbuhan penjualan sebesar 11,2% menjadi Rp 9,99 triliun yang hampir seluruhnya berasal dari kenaikan volume penjualan. Marjin kotor berada pada tingkat 49%, walaupun pada tahun itu terjadi peningkatan harga minyak, melemahnya rupiah dan kenaikan biaya input produksi. Marjin operasional berada pada tingkat 20,3% dengan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun atau mencapai Rp 189 per saham dasar.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA