SEMARANG-Hasil pengecekan PT Pertamina (Persero) terhadap seluruh
fasilitas penyaluran dan pendistribusian BBM di wilayah Yogyakarta dan
sekitarnya dapat berfungsi dengan baik. Fasilitas Pertamina itu termasuk
pula Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adisutjipto dan Depot Rewulu
serta jalur pipa dari Kilang UP IV Cilacap.
|
 |
SALATIGA-Dari kebutuhan susu di dua perusahaan di Jakarta (Indo
Milk dan Sari Husada) sebanyak 40.000 liter sehari, Koperasi Serba Usaha
(KSU) Andini Luhur di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang,
baru dapat melayani 15.000 liter.
|
 |
JAKARTA-Posisi cadangan devisa Indonesia per 29 Mei 2006 sebesar
44,16 miliar dolar AS. Cadangan devisa tersebut merupakan yang terbesar
dalam sejarah Indonesia. Demikian penjelasan Bank Indonesia (BI) dalam
laporannya yang dikutip dari situs BI, di Jakarta, Kamis.
|
 |
JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan PT Excelcomindo
Pratama pertama sejak menjadi perusahaan publik digelar untuk menerima
pengunduran diri Christian M de Faria dari posisi Presiden Direktur XL.
Rapat yang dihadiri para pemegang saham atau kuasa pemegang saham,
|
 |
JAKARTA-Pengusaha dari negeri kincir angin Belanda menyatakan
tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Ketertarikan itu menyebar di
berbagai sektor, utamanya infrastruktur, pengolahan air, peralatan kesehatan,
dan sektor keuangan.
|
 |
JAKARTA-Pemerintah akan mengalokasikan sekitar Rp 1 triliun hingga
Rp 2 triliun di APBN sebagai insurance coverage atau premi asuransi
yang akan digunakan sebagai cadangan jika risiko terhadap proyek infrastruktur
terjadi.
|
 |
SEMARANG- Kerusakan yang menimpa sejumlah pasar di daerah gempa,
terutama Klaten akan menjadi salah satu fokus perhatian Dinas Perdagangan
Jateng. Akibat kerusakan itu aktivitas jual-beli kebutuhan pokok masyarakat
terhenti.
|
 |
JAKARTA-Pemerintah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) bidang
transportasi menggantikan empat undang-undang yang lama. Yakni UU 13/1992
tentang Perkeretaapian,
|
 |
JAKARTA-Pada tahun 2005, PT Unilever Indonesia Tbk kembali meraih
prestasi dengan pertumbuhan penjualan sebesar 11,2% menjadi Rp 9,99 triliun
yang hampir seluruhnya berasal dari kenaikan volume penjualan. Marjin kotor
berada pada tingkat 49%, walaupun pada tahun itu terjadi peningkatan harga
minyak, melemahnya rupiah dan kenaikan biaya input produksi. Marjin operasional
berada pada tingkat 20,3% dengan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun atau
mencapai Rp 189 per saham dasar.
|