| Jumat, 02 Juni 2006 | WACANA |
Surat PembacaBerantas KorupsiPemerintah bertekad memberantas korupsi, namun rakyat seperti merasa pesimistis akan keberhasilannya. Bayangkan, lha wong yang memeriksa/mengadili perkara korupsi saja mau disuap atau malah minta disuap. Ya memang tidak semua, tetapi jumlahnya cukup banyak. Maaf saja, barangkali soal suap-menyuap sudah biasa. Eh, kok kayak pengantin baru saja. Saya jadi teringat salah seorang proklamator kemerdekaan yaitu Bapak Moh Hatta (almarhum) yang menyatakan korupsi sudah membudaya. Barangkali memang betul pernyataan beliau. Nah, sebaiknya masing-masing mawas diri/introspeksi, apakah sudah bersih. Memang susah menilai diri sendiri. Menurut ustadz, perlu peran agama sebab dalam agama apapun tidak ada yang mengajarkan umatnya berbuat yang dibenci/bertentangan dengan aturan Allah. Maka perlu anak-anak dididik agama sejak dini. Ingat, kelak di akherat tidak ada istilah suap-menyuap, tidak ada pengacara sehebat manapun yang dapat membela perkara yang dibuat di dunia. Lagi pula kelak hukumannya lebih berat lagi, berlipat ganda dari hukuman di dunia. Ingat selagi masih hidup, segeralah bertobat Sudarmadi Jl Pasiraja 36, Purwokerto *** Kerusakan Jl Pedalangan Seorang ibu beserta anaknya beberapa waktu lalu berboncengan naik motor melewati Jl Pedalangan Semarang. Karena kondisi jalan yang parah ibu tersebut terjatuh. Kasihan sekali. Saya harapkan para pengguna Jl Pedalangan lebih hati-hati. terutama pemilik bengkel ''Santoso'' ikut peduli terhadap lingkungannya. Misalnya dengan menambal/menguruk mengingat jalan yang sempit, agar tidak menghambat pengguna jalan yang lain. Kadang parkir mobilnya tidak di ruas kiri jalan tapi juga kanan jalan. Tolong perhatikan kepentingan orang banyak yang melewati jalan tersebut. Mohon PU juga memperhatikan Jl Pedalangan. Imam S Changis Jl Karang Wulansari I/35, Semarang *** Kepala Sekolahku "Tempo Doeloe'' Ketika aku duduk di SLTP, hampir tidak pernah pulang pagi. Kepala sekolahku rajin memberi bimbingan dan pembinaan kepada para siswanya. Materinya mulai dari cara menghormati orang tua/guru, etika dalam pergaulan, tegur sapa yang santun sampai menumbuhkan semangat berbangsa dan bernegara. Beliau menceritakan sulitnya mempertahankan kemerdekaan, pengorbanan jiwa dan raga yang begitu tulus hanya untuk bangsa dan negara. Pada zaman penjajahan, Bung Karno keluar masuk penjara hanya demi rakyat Indonesia. Itu bagian cerita beliau. Ketika itu tahun 60-an, gaji guru sedikit, tetapi daya juangnya patut dibanggakan. Ketika aku duduk di SLTA masuk sekolah siang hari. Kebetulan aku punya kepala sekolah tipenya hampir sama ketika di SLTP. Beliau juga memberi pembinaan budi pekerti. Pada suatu sore menjelang maghrib, ketika beliau sedang mengajar tiba-tiba listrik mati, sehingga ruang kelas menjadi gelap. Beliau tetap rnengajar. Temanku yang suka usil bilang: wah, ana swara tanpa ana rupa, sindiran yang ditujukan kepada kepala sekolah. Mendengar sindiran tersebut beliau menjawab, bahwa ini kewajiban sebagai guru untuk mengesahkan hak yang diterimanya. Pada suatu saat kepala sekolahku ganti. Kepala sekolah yang satu ini kerasnya bukan main. Penanaman rasa disiplin kepada siswa mendapat prioritas utama. Suatu saat ketika temanku kepergok merokok, siswa satu kelas dihukum dengan cara disuruh berbaris di tempat yang panas. Selama itu pula beliau memberi wejangan dari tempat teduh. Sejak itu temanku kapok merokok di sekolah. Selamat jalan kepala sekolahku, semoga amal baktimu mendapat ganti yang berlipat dari Allah SWT. Selamat jalan pahlawanku yang tanpa tanda jasa, hidup sederhana sebagai contoh bagi sesamanya. Drs Dadi ST Ngrombo Rt 2/Rw 3 Baki, Sukoharjo *** Harga Minyak Mentah Harga minyak mentah di pasaran dunia yang terus meningkat dapat menekan lebih berat APBN. Namun demikian, rakyat mengharap presiden tidak buru-buru menaikkan harga BBM. Letakkan hal ini pada skala perioritas terakhir. Untuk meningkatkan pendapatan, masih banyak upaya yang dapat dilakukan tanpa menambah beban rakyat. Tingkatkan/intensifkan pemberantasan KKN, hapuskan pungli yang berakibat biaya ekonomi tinggi, tutup kebocoran proyek yang konon mencapai 30%. Cegah proyek fiktif, bersihkan aparat pajak dari praktik kotor/penggelapan dan lainnya. Bila upaya tersebut dilakukan optimal, konsisten dan konsekuen, tentu akan menarik simpati rakyat dan menaikkan citra pemerintah. Bila masih belum cukup, baru menaikkan harga BBM secara bertahap. Jangan rakyat dipaksa masak dengan gas. Beri kebebasan memilih. Bila harga gas secara ekonomis lebih murah dari minyak tanah, dengan sendirinya rakyat akan memilih gas. Pemerintah tak perlu menarik kompor minyak dari masyarakat, yang dampaknya dapat merugikan prodosen kompor (wong cilik).. JW Wardoyo Jl Kelud Utara 16, Semarang *** Pendidikan di Ungaran Ada sesuatu yang menarik mencermati fenomena bergabungnya figur tokoh-tokoh beken nasional macam Andi Malarangeng dan Yeni Gus Dur (staf ahli presiden) serta Beni Sutrisno (Dirut Apacinti) ke dalam dunia pendidikan Ungaran. Setidaknya kita mulai agak tenanan menggarap lahan pendidikan. Hal ini seiring naiknya anggaran pendidikan Jateng dari tahun 2003 = 8,56% APBD atau Rp 196,13 miliar, tahun 2004 sebanyak 12,41% atau Rp 317,09 miliar, tahun 2005 menjadi 12,58% sebesar Rp 359,164 miliar dan tahun 2006 naik jadi 15% senilai Rp 531 miliar. Barangkali ada satu obsesi, persenyawaan tokoh nasional dengan tokoh daerah (bupati cs) diyakini mampu melahirkan wacana pendidikan lokal mutu nasional. Nantinya masyarakat setempat tidak mesti keluar daerah mencari sekolah selepas euforia lulus SLTA. Lembaga daerah sejatinya adalah aset daerah. Pengelolaannya tidak bisa mandiri namun harus terpadu dengan lingkungan secara berkesinambungan sesuai prinsip SBHCD (Sustainable Basic Human Community Development). Wajar bila harus diurus dengan model lintas sektoral. Sah-sah saja ada elemen legislatif, eksekutif, tokoh masyarakat, pengusaha dan lainnya. Tentu kita tidak bermimpi berandai ada barang lokal rasa nasional. Tengok tetangga sebelah yang memiliki sekolah tinggi favorit yang menjadi wacana jujugan lulusan SLTA. Bahkan sekilas malah kayak Indonesia mini, tampak dari wajah-wajah khas ke-33 provinsi di Indonesia. Hal ini karena didukung para dosen berkualifikasi, sistem trisemester, laboratorium komputer dan internet, alumni network program, lembaga bantuan keuangan bagi mahasiswa berprestasi, ada 2 program doktor dan 5 program magister. Kepada beberapa generasi emas yang menorehkan sejarah menjadi juara umum Olimpiade Fisika Asia (Bangkok) dan dunia (Korea & Spanyol) beberapa waktu lalu, perlu kita password jangan sampai kena virus moralnya. Sejatinya moral bobroklah yang menekorkan bangsa. Noor Rofiq Jl Wamena V/228-229 Beji, Ungaran *** ISFI dan DKK Jepara Saya bekas apoteker pengelola Apotek Prima Farma Jl Mlonggo Km 10 Jepara. Sepengetahuan saya Surat Izin Apotek (SIA) hanya diberikan kepada apoteker yang sudah punya Surat Penugasan (SP). Apotek tidak bisa menjalankan kegiatan pelayanan kefarmasian tanpa ada SIA. Tetapi yang terjadi di apotek Prima Farma tidak demikian. Apotek ini masih melakukan pelayanan kefarmasian meski tidak punya SIA. Yang ingin saya tanyakan kepada kepala DKK dan ketua ISFI Jepara, apakah aturan baru bahwa apotek boleh melakukan kegiatan kefarmasian tanpa SIA. Jika ada aturan baru tersebut, apa bedanya apotek dengan warung obat. Apakah peraturan yang menyatakan bahwa apotek harus punya SIA tidak berlaku untuk Apotek Prima Farma yang milik ketua ISFI Jepara. Mohon penjelasan. Susi Sulistiawati SSi Apt Jl Murti Wangi lll Rt 3/Rw 15, Semarang |