logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juni 2006 SEMARANG
Line

Pedagang Merasa Waswas Pemindahan Mendadak

SEMARANG- Ditundanya pemindahan pedagang Pasar Bulu ke lantai II, membuat pedagang waswas. Mereka khawatir Pemkot menutup ruang dialog dan akan melakukan pemindahan secara mendadak.

''Pemkot kabarnya sudah tidak bisa diajak berembuk mengenai rencana pemindahan itu. Mereka tetap akan melaksanakan pemindahan pada Senin (5/6) atau pada waktu yang tidak ditentukan,'' kata ketua perkumpulan persatuan pedagang pasar dan pedagang kaki lima Pasar Bulu, Mulyadi, Kamis (1/6).

Seharusnya, ungkap dia, Pemkot mempertimbangkan konsep penataan yang ditawarkan para pedagang. Konsep itu sudah disepakati seluruh pedagang di Pasar Bulu. Mulyadi juga berharap pemerintah tidak bertindak sepihak, tetapi menyerap aspirasi pedagang. Pihaknya juga menegaskan soal penolakan pedagang Pasar Bulu ke lantai II. Sebab jika dilaksanakan, pedagang akan mengalami kerugian cukup besar.

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku menerima informasi dari orang tak dikenal. Ny Sutarmi (39), pedagang tahu misalnya, pernah didatangi seseorang yang memintanya waspada. Menurut orang itu, eksekusi akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dia dan pedagang lain akan dipaksa pindah ke lantai II.

Dari pengamatan di lapangan, Kamis (1/6), pedagang Pasar Bulu tetap berjualan di luar bangunan induk. Mereka menggelar dagangan di bawah tenda-tenda terpal. Sejumlah tenda pada Rabu (31/5) yang dibongkar, kini terlihat kembali dipasang. Bahkan, pada pagi hari banyak pedagang berjualan hingga sampai di luar pagar. Mereka memanfaatkan badan Jl Suyudono, Jl HOS Cokroaminoto, serta jalan di belakang pasar untuk menggelar dagangan.

Ny Parmo (50), seorang pedagang menuturkan, dirinya dan pedagang Pasar Bulu lainnya tetap akan bertahan di tempat semula. Meski Pemkot akan melakukan penertiban minggu depan, pedagang tetap bergeming. Mereka tidak mau pindah ke dalam gedung, karena tidak mau rugi.

Remi (64), pedagang buah mengatakan, lantai II bangunan Pasar Bulu tidak cocok untuk berjualan. Dia dengan nada canda menyebut lebih tepat untuk pacaran. Suasananya sepi, karena pembeli yang datang amat jarang. ''Coba saja, sampeyan duduk satu jam di sana. Orang bertanya saja tidak. Kami akan terus bertahan di sini. Kalau disuruh pindah, kami menolak.''

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar Pasar Bulu mendukung penataan Pemkot terhadap pedagang pasar itu. Menurut mereka, selama ini lingkungan pasar tersebut terkesan semrawut. Banyak pedagang berjualan di pinggir jalan, hingga menyebabkan kemacetan. Selain itu, pedagang juga kerap meninggalkan sampah berbau busuk. (D12,H6,ric-56s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA