logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juni 2006 SEMARANG
Line

Hampir Sebulan Dirumahkan

Karyawan Pabrik Ban Resah

SALATIGA- Ratusan karyawan pabrik PT Mega Safe Tyre Industry (Mega Radial) yang memproduksi ban radial untuk mobil kualitas ekspor mulai resah. Keresahan itu muncul menyusul telah dirumahkannya karyawan sejak 7 Mei lalu hingga batas waktu tidak jelas.

Berdasarkan pantauan di lokasi pabrik, memang tidak terlihat aktivitas produksi yang biasanya ramai karyawan. Bahkan, cerobong pabrik di Jalan Soekarno-Hatta itu tidak terlihat mengeluarkan asap.

Tris (30), seorang karyawan yang telah dirumahkan sejak 7 Mei lalu mengaku resah karena belum mendapat kepastian dari manajemen pabrik kapan dapat bekerja kembali. Menurut sepengetahuannya, karyawan yang dirumahkan adalah yang selama ini bekerja di bagian produksi dan maintenance.

''Diperkirakan berjumlah 500 karyawan. Namun, kami masih tetap digaji oleh perusahaan 80% dari total yang harus dibayarkan,'' ujarnya.

Karyawan pabrik yang memproduksi lima jenis ban radial mobil kualitas ekspor tersebut mengungkapkan, mereka tidak memiliki kekuatan untuk mempertanyakan nasib selanjutnya. Sebab, di perusahaan itu tidak ada serikat pekerja yang dapat membantu memperjuangkan nasib mereka.

Sejak April

Sebenarnya, kata dia, bakal dirumahkannya karyawan telah diprediksi sejak awal April 2006. Saat itu, mereka tidak bekerja seperti biasa, tetapi hanya bersih-bersih pabrik. Padahal sepengetahuan mereka, bahan baku ban perusahaan masih ada, tetapi mereka tidak diminta melanjutkan bekerja.

Koordinator Manunggal Grup yang membawahi PT Mega Safe Tyre Industry, Andi Sanang Romawi mengatakan, dihentikannya produksi pabrik karena tidak ada bahan baku yang sebagian besar merupakan bahan impor. Salah satu penyebabnya, bahan baku tersebut harganya telah naik. ''Namun, kami masih memiliki stok produk sehingga penjualan tetap dilakukan,'' ujarnya.

Dihentikannya operasi produk sebenarnya juga dilakukan oleh perusahaan yang sama di Semarang dan Jakarta. Kapan pabrik akan beroperasi kembali, Andi belum dapat memastikan. Namun, setiap minggu manajemen memberikan pengumuman kepada karyawan. ''Soal gaji karyawan tetap kami berikan 80%. Namun bisa saja menurun, bergantung pada kondisi perusahaan,'' ungkapnya. (H2-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA