| Jumat, 02 Juni 2006 | SEMARANG |
''Pak, Pasare Ampun Dibongkar''BAGAIMANA reaksi pedagang soal rencana pembongkaran Pasar Johar? Saat Wali Kota Sukawi Sutarip melakukan kunjungan mendadak ke pasar yang dibangun tahun 1921 itu, Kamis (1/6) siang, jawaban yang diterimanya sepertinya seragam. Hampir semua pedagang kompak dan menyatakan tak ingin bangunan tersebut dibongkar. Akan tetapi, mereka mendesak orang nomor satu di Kota Semarang itu untuk membenahi gedung yang terlihat kumuh dan sempit ini. Dua jawaban pedagang itu, sekilas memang kontras. Kondisi bangunan Pasar Johar misalnya, terlihat tak bersahabat. Jalan di lorong-lorong misalnya, hanya berjarak sekitar setengah meter. Kondisi ini menyulitkan orang-orang yang berpapasan. Saat rombongan melewati tempat itu misalnya, beberapa pengunjung sempat menggerutu karena jalannya tersita untuk barang dasaran dan orang lewat. ''Yang jadi masalah itu lo. Barang-barang menumpuk nggak karuan. Jangan bangunannya yang diurusi, tapi ditata biar tidak sempit seperti ini,'' ujar Yatin, pengunjung Pasar Johar. Seperti halnya pengunjung, umumnya pedagang juga tidak mengharapkan adanya pembongkaran. Akan tetapi penataan. Saat Sukawi melihat-lihat atap pasar di lantai dua, beberapa pedagang di lantai satu mengatakan keberatan bila Pasar Johar dibongkar. "Pak Kawi, pasare ampun dibongkar. Dipun dandosi mawon nggih (Pak Kawi pasarnya jangan dibongkar. Diperbaiki saja ya-Red)," ucap seorang pedagang wanita di lantai satu. Kekhawatiran pembongkaran Pasar Johar juga dirasakan beberapa pedagang yang mangkal di depan Matahari Plaza Johar. Salah seorang pedagang, Lilik misalnya, meminta ke wali kota agar membatalkan niat meninggikan Johar. Mereka khawatir, bila bangunan itu lebih tinggi, kawasan di sekitarnya akan tenggelam oleh air rob. ''Padahal, kalau rob saja, di Jalan Agus Salim bisa sampai 50 cm. Kalau mau ditinggikan, ya semua kawasan harus ditinggikan. Mbok Kali Semarang saja yang dikeruk,'' katanya. Menurut Sukawi, kondisi bangunan Pasar Johar dinilai sudah terlalu tua dan perlu diperbaiki. "Banyak rangka besi yang sudah kelihatan keropos. Kalau dibiarkan terus bisa berbahaya karena bebannya terlalu berat. Lebih parah lagi, di sebelah selatan lantainya sudah tidak rata karena ambles," paparnya kepada wartawan. Kedatangan orang nomor satu di Kota Semarang itu, sebenarnya sudah jadi rasan-rasanan. Kepada wartawan sehari sebelumnya, Sukawi berjanji akan menunjukkan titik-titik pasar yang keropos sehingga perlu dibongkar. Kehadirannya itu sekaligus dimaksudkan untuk berdialog dan mengetahui aspirasi langsung pada pedagang. Sejumlah pedagang disebut-sebut telah memiliki keinginan untuk renovasi. Bahkan, beberapa perwakilan pedagang dikatakan telah bertemu wali kota untuk mengajukan alternatif penataan itu. Sayangnya, kehadiran wali kota bersama Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Bambang Raya, Kepala Bappeda Soemarmo, Asisten I Soemargono, dan sejumlah petinggi Pemkot itu, hanya berlangsung sangat singkat. Karena itu, perbincangan wali kota dengan pedagang tidak terlampau mendalam. (Renjani, Saptono JS-56v) |