logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Sayuran pun Ikut Disumbangkan

  • Saking Inginnya Membantu

KEPEDULIAN warga Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, kepada para korban bencana gempa bumi, yang terjadi di daerah Yogyakarta dan Klaten, kiranya patut diacungi jempol. Hanya dalam waktu kurang lebih sehari, sumbangan berupa uang dan barang yang digalang dari warga kecamatan tersebut telah mencapai Rp 50 juta lebih.

Selain itu, kecamatan tersebut merupakan kecamatan pertama di Temanggung yang berinisiatif untuk mengumpulkan dana dari warganya, sebelum kecamatan lain melakukannya. Bahkan, Pemkab Temanggung sendiri saat ini belum berani menginstruksikan kepada warga untuk memberikan sumbangan bagi korban gempa itu.

Kepedulian tersebut juga mengesankan, karena keadaan ekonomi warga Ngadirejo, yang sebagian besar petani, saat ini dapat dikatakan tidak terlalu baik. Hal itu lantaran kegagalan tembakau musim panen tahun lalu, yang memengaruhi sendi-sendi perekonomian warga.

"Kepedulian itu tidak lepas dari sikap warga sini, yang bersemboyan lebih baik memberi daripada meminta," papar Camat Ngadirejo, Agus Sarwono, di sela-sela mengoordinasi penerimaan barang-barang bantuan warga di kantor kecamatan setempat, Rabu (31/5) malam.

Bagaikan Gudang

Kantor kecamatan itu pun bagaikan gudang logistik, yang menampung berbagai barang bantuan, yang akan diantarkan kepada warga Kecamatan Wedi dan Bayat, Klaten, Kamis (1/6) paginya.

Sementara waktu, barang yang terkumpul di sana adalah beras (1,5 ton), gula pasir (1 ton), mi instan (700 dos), air mineral (800 dos), roti bolu (5 kuintal), terpal (7 buah), tikar (100 buah), selimut (150 buah), sarung (250 buah), pembalut wanita (200 bos), ribuan stel pakaian baru, pantas pakai, pakaian dalam, pakaian anak-anak, dan barang-barang lainnya. "Semua ini ada yang langsung dari warga dan ada pula barang yang dibeli dengan uang hasil sumbangan warga," ujar camat.

Sementara itu, besarnya keinginan warga untuk membantu korban gempa dengan apa yang dimiliki, maka sayur-sayuran pun disumbangkan. Sayur-sayuran, seperti, kubis, kol, wortel, sawi, secang, seledri, dan sebagainya, ditambah dengan bumbu-bumbunya, ditaksir mencapai 3 ton lebih.

"Karena menurut berita, para korban kesulitan untuk memeroleh bahan makanan, maka warga yang hanya punya sayur-sayuran dan ingin menyumbangkannya, kita terima juga," tutur camat.

Melalui bantuan warga, ibu-ibu PKK dari 20 desa di kecamatan tersebut telah menyiapkan nasi bungkus minimal 100 buah/desa atau total se-kecamatan 2.000 bungkus. "Jumlahnya kemungkinan lebih dari itu, karena banyak desa yang membuat hingga 300 bungkus," kata seorang staf kecamatan itu.

Camat Agus mengatakan, antusias warga itu dipicu rasa prihatin, setelah melihat berita TV dan media lain, yang ternyata keadaan korban jauh tidak beruntung daripada mereka di sini. "Sehingga, ketika kami meminta sumbangan seikhlasnya melalui perangkat desa, pemuda, PKK, dan lainnya, bagai gayung bersambut," ungkapnya. (Henry Sofyan-39h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA