SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 11 Mei 2006

- Salah satu tuntutan reformasi 1998 yang masih mengambang hingga sekarang adalah mengadili mantan presiden Soeharto. Sebagai bangsa, kita sepertinya belum bisa bersikap tegas atau satu suara dalam menyikapi hal ini. Apakah itu karena menyangkut penguasa Orde Baru yang memimpin 32 tahun lebih. Dunia akan melihat bagaimana sikap kita terhadap mantan-mantan presiden, khususnya Pak Harto. Tokoh besar yang memiliki jasa besar pula. Namun pada saat yang sama, juga banyak dosa besar yang harus dipertanggungjawabkan di depan hukum. Yakni kasus-kasus KKN, terutama terkait dengan keberadaan tujuh yayasan yang dipimpinnya.

- Adakah jaminan rasa aman ketika dinamika kehidupan makin meningkat? Suatu bentuk "jaminan" jelas absurd, dan yang sebenarnya bisa dijamin adalah kesungguhan ikhtiar preventif untuk menekan peluang munculnya macam-macam ancaman. Ikhtiar itu dilakukan bersama-sama antara masyarakat dan lembaga-lembaga yang diberi mandat oleh negara, yang berarti juga mengemban amanat rakyat. Prolog ini kita paparkan ketika secara beriringan perampokan di sejumlah daerah di Jawa Tengah terus terjadi. Modusnya sama, yakni menggunakan senjata api. Sinyalnya pun jelas: kondisi keamanan di tengah masyarakat sedang tidak sehat.

Sungguh membanggakan hasil ''Pemuda Award'' yang menempatkan Bupati Batang Bapak Bambang Bintoro sebagai jawara di bidang politik dan terfavorit pilihan masyarakat. Juga pelatih panjat tebing Bapak Bambang Wicaksono sebagai nomine favorit di bidang olahraga, serta kolomnis Jabir Al Faruqi untuk kategori intelektual.

GENCARNYA aksi demonstrasi baik yang berkenaan dengan revisi UU Ketenagakerjaan, tuntutan pembubaran PT Freeport Indonesia (FI) di Timika, perlawanan terhadap Exxon Mobil di blok Cepu dan pabrik PT. Newton, mengingatkan peristiwa 8 Mei 1993 yang dikenal dengan tragedi Marsinah.

KORUPSI sudah ada di tengah-tengah kita sejak awal manusia mulai membentuk organisasi. Bahkan korupsi telah menjadi bagian dari kegiatan kolektif kita. Namun demikian tidak berarti kita boleh bersikap acuh tak asuh mengenai korupsi.

GAGASAN tentang pengembalian TNI untuk berpolitik memang menjadi wacana yang menarik dan banyak menimbulkan perdebatan antara yang pro dan kontra. Perdebtan tersebut memberi kesan tentang ketidakpercayaan masyarakat tentang kemandirian TNI.

SAYA pikir TNI bisa memilih kedua-duanya, profesionalisme atau politik asal dengan syarat punya kesungguhan. Kesungguhan dalam hal apa saja yang harus dimiliki TNI jika ingin terjun ke dunia politik?

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA