| Kamis, 11 Mei 2006 | SALA |
Bau Belerang Belum MembahayakanBOYOLALI - Kemunculan bau belerang di Dukuh Songgobumi dan Montong, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, menurut Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (DKS) Kabupaten Boyolali, dokter Syamsudin MKes, belum dalam taraf membahayakan. Dampak yang muncul belum mengarah kepada gangguan pernapasan. Yang dirasakan warga hanya pusing dan setelah diobati rasa pusing hilang. "Namun, kami terus memantau, sehingga bila ada warga yang merasakan sesak napas segera dapat ditanggulangi," kata Syamsudin, kemarin. Sebagaimana diberitakan, beberapa warga di Dukuh Songgobumi dan Montong mencium bau belerang dari lereng Gunung Merapi. Bau belerang yang muncul pada malam hari itu menyebabkan udara di desanya tidak segar. Bahkan, beberapa warga dilaporkan pusing dan merasakan sesak napas. Syamsudin mengakui, bau belerang memang dirasakan warga khususnya pada malam hari. Namun, hal itu belum sampai dalam taraf yang membahayakan atau menimbulkan gangguan napas yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan hanya terbatas rasa pusing dan itu pun akan hilang, setelah diobati. "Namun, bila bau belerang terus muncul dan bertahan lama, semestinya warga harus segera diungsikan," ujarnya. Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan kepada 380 warga, penyakit yang muncul hanya flu dan infeksi saluran pernafasan atas. Hal itu disebabkan cuaca yang kurang menguntungkan. Karena itu, warga yang tinggal dilereng Gunung Merapi perlu mendapat perhatian khusus. Ketua Tim SAR Kabupaten Boyolali, Y Kurniawan, mengatakan, bau belerang sangat dirasakan warga, yang bermukim di dekat gunung. Bahkan, sebagian anggotanya mengaku pusing saat memberi penyuluhan tentang dampak Gunung Merapi. Kemunculan bau belerang biasanya malam hari dan bila tertiup angin kencang baunya sangat menyengat. Sejak satu bulan lalu sekitar 30 anggotanya ditempatkan di daerah rawan Gunung Merapi, yakni Kecamatan Selo dan Musuk. Mereka dibekali berbagai perlengkapan, sehingga bila gunung dalam kondisi membahayakan, segera diberi pertolongan. (shj-67h) |