| Kamis, 11 Mei 2006 | PANTURA |
Safari Kamtibmas melalui Sepak BolaSEPAK bola memang olahraga yang memasyarakat. Penggemarnya pun banyak dan terdiri atas berbagai golongan. Lebih-lebih, apabila di kotanya mempunyai kesebelasan yang mengingkuti kompetisi liga nasional PSSI. Pastilah, di mana-mana akan berdiri persatuan sepak bola (PS). Demikian juga di Kabupaten Batang yang terkenal dengan bonds kesayangannya, Persibat. Grengsengnya diikuti berbagi PS. Salah satunya, ada PS Persatuan Olahraga Polisi (POP) Polres Batang yang dibina Kapolres AKBP Muhari dan Wakapolres Kompol Adib Tauchidin. Di tengah-tengah kesibukannya memberikan pelayanan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, Bhayangkara Alas Roban itu memiliki kesebelasan yang tangguh. Meskipun pemainnya rata-rata berusia di atas 30, soal stamina masih bisa diandalkan. Bahkan beberapa di antaranya bertubuh gempal dan perut buncit, tapi masih fight saat di lapangan hijau. PS POP Polres Batang kini diarsiteki coah Ipda Haryo Deko Dewo yang sehari-hari menjabat Kanitlaka Satlantas. Sementara manajer dipegang Kaur Regiden Ipda Raharja dan asisten manajer Kaur Binops Ipda Iman Sudiyantoro. ''Keberadaan PS POP ini dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan iklim kondusif di Batang. Karena itu, lewat sepak bola ini kami ingin menjalin tali silaturahmi dan semangat kebersamaan,'' ujar Ipda Haryo Deko Dewo. PS POP latihan satu minggu dua kali, yaitu Rabu sore dan Sabtu pagi di Stadion Moh Sarengat. Dengan catatan, apabila lapangan tidak dipakai oleh si empunya lapangan, Persibat. Persahabatan Selama ini, sering melakukan lawatan ke desa-desa dalam rangka pertandingan persahabatan. ''Kami senang karena PS POP sering diundang untuk uji coba. Tidak hanya di kota saja, tetapi juga melawat ke desa-desa. Karena itu, tidak perlu takut mengundang. Silakan menghubungi sekretariat di kantor Satlantas,'' ujar Ipda Raharja. Ipda Haryo Deko menuturkan, sepak bola dilakukan untuk menjaga stamina, sehingga para pemain yang semuanya anggota polisi itu selalu dalam keadaan segar. ''Dengan sepak bola, bisa menghilangkan kejenuhan dan kepenatan setelah berjam-jam berkutat dengan pekerjaan ataupun tugas. Ternyata, meskipun dalam keadaan capai, begitu di lapangan bisa enjoy,'' imbuh dia yang juga anggota official Persibat itu. PS POP mencatat sejarah, karena pernah diperkuat pemain asal Thailand yaitu Anucha dan Natapong saat uji coba melawan Persibat. Mesti kalah 1-3, pertandingan itu sangat berkesan. ''Kami bangga karena meskipun PS POP ini amatir, diperkuat pemain luar negeri. Barangkali baru POP Batang yang mengukir sejarah,'' ucap Ipda Iman Sudiyantoro. (Arif Suryoto-17d) |