logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Mei 2006 PANTURA
Line

Soal Temuan HIV/AIDS

Dinkessos Diminta Data Ulang PSK

BATANG - Temuan United Nations Children's Emergency Fund (UNICEF) yang menyebutkan Kabupaten Batang sebagai salah satu daerah yang penduduknya banyak terkena HIV/AIDS, mengundang keprihatinan Fraksi Amanat Nasional (FAN).

Bahkan, fraksi itu meminta Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) segera melakukan langkah-langkah preventif. Di antaranya, mendata ulang di tempat lokalisasi pekerja seks komersial (PSK).

''Penemuan UNICEF itu sangat mencengangkan kami. Betapa tidak, Batang ternyata masuk kabupaten di Jateng dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak. Karena itu, perlu secepatnya mendata apakah benar-benar ada yang terjangkit. Kalau memang ada, segera dilakukan tindakan cepat,'' ucap Ketua FAN DPRD Batang, Yuswanto.

Konsekuensinya, menurut dia, temuan UNICEF itu harus disikapi secara serius. Artinya, Dinkessos melakukan tindakan tegas, sehingga Batang aman dari penyakit mematikan itu.

''Bupati harus berani memberikan anggaran yang cukup kepada Dinkessos dalam rangka menanggulangi HIV/AIDS. Yang tidak kalah penting, aparat penegak hukum harus tegas dalam memberantas lokasi yang digunakan untuk prostitusi,'' tandasnya.

Perlu Ditingkatkan

Selain itu, kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan, agar penyakit yang mematikan dan belum ditemukan obatnya itu tidak berkembang di wilayah Kabupaten Batang.

''Kami sebenarnya sudah bangga, karena Batang masuk peringkat ketiga dalam bidang pelayanan kesehatan pada Otonomi Award. Kami berharap ke depan tidak ditemukan penderita HIV/AIDS.''

Kasubdin Pencegahan, Pemberantasan, Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P3MPL) Dinkessos Batang, H A Ariebowo tidak membantah banyaknya penderita HIV/AIDS di Batang. Pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan sosialisasi ke masyarakat.

''Sebenarnya pencegahan bahaya penyakit HIV/AIDS itu sudah kami lakukan terus-menerus dan sudah berlangsung lama,'' ujar dia.

Langkah lain yang akan ditempuh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) bersama sebuah LSM peduli AIDS di Semarang adalah akan mengadakan sosialisasi bersama. Dinkessos secara rutin, setiap tahun mendata dengan cara mengambil sampel darah di lokalisasi. Namun, nama, alamat, dan orang yang disurvei itu tidak disebutkan.

''Jadi, belum tentu yang terjangkit itu orang Batang. Kemungkinan orang luar yang saat itu datang ke Batang kebetulan ikut disurvei.''

Berdasarkan survei itu, di Kabupaten Batang pada tahun 2004 ditemukan 11 orang penderita HIV/AIDS, sedangkan pada 2005 turun menjadi tujuh orang.

Dengan survei itu, Dinkessos tidak bisa mendeteksi identitas. Lain lagi kalau orang yang bersangkutan memeriksakan ke klinik, identitas maupun alamat bisa diketahui secara detail. ''Kunci agar tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS adalah pada keimanan diri kita,'' ucapnya. (ar-17d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA