logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Mei 2006 PANTURA
Line

Jasa Perbaikan Kaset

''Modal Saya Hanya Obeng''

MEMBUKA jasa perbaikan kaset tape recorder merupakan usaha langka. Oleh Suseno (55), kemudian ditekuni, di trotoar timur Alun-alun Kota Brebes. Usaha tersebut sudah dikerjakan sejak tahun 1980-an.

Ketika ditemui di tempat usahanya, warga Kampung Kauman, Kelurahan Brebes itu mengatakan, jasa reparasi kaset memang kurang diminati orang. Sebab, dianggap tidak dibutuhkan lagi, mengingat perkembangan teknologi elektronika sangat pesat. ''Jasa ini membutukan keahlian, keuletan, dan kesabaran yang tinggi,'' paparnya.

Dia mengatakan, setiap hari menerima paling sedikit lima pemakai jasa datang ke kiosnya. Ongkos perbaikan satu kaset antara Rp 1.000 sampai Rp 3.000. Kerusakan, biasanya pada roda atau pita kaset melilit karena terkena panas. Untuk memperbaiki, dia menyediakan suku cadangnya sekalian. Kerusakan yang paling sulit ditangani, apabila pita kusut. Sebab untuk memperbaikinya, membutuhkan kesabaran dan keuletan. Secara perlahan, pita yang kusut harus diperbaiki agar kembali normal, sehingga mengeluarkan suara yang jernih. ''Modal saya hanya obeng dan suku cadang,'' ujarnya.

Koleksi Kaset Kuno

Selain menyediakan jasa perbaikan, Suseno juga mengoleksi kaset lama yang bukan bajakan. Barang tersebut diperoleh dari orang lain yang menjual ke kiosnya.

Tentang peminatnya, dia mengatakan, cukup banyak dan datang dari berbagai kota, yakni Tegal, Pekalongan, dan Cirebon. Mereka biasanya singgah ke kiosnya, mencari kaset yang orisinal untuk koleksi.

Saat ini dia mengaku memiliki paling sedikit 800 kaset berisi tembang lawas. Mulai dari penyanyi era 70-an hingga 90-an ada di tangannya. Di antaranya, album Cicha Koeswoyo, Titik Sandora, Ade Manuhutu, Feti bersaudara, dan Koes Plus.

Tidak hanya itu, tembang lawas jenis musik keroncong dan lagu barat dari mancanegara juga menjadi koleksinya.

Lelaki dengan satu anak itu mengatakan, jasa perbaikan kaset berawal dari hobi mengoleksi kaset kuno sejak tahun 1965.

Semula kegiatan itu hanya sebagai kerja sambilan di rumah, setelah pulang dari berjualan bawang merah di Pasar Klampok, Wanasari.

Semula dia membuka usahanya di rumah. Setelah banyak pelanggan, dia membuka usaha di trotoar alun-alun.

Dari koleksi kaset kuno, setiap hari mampu menjual 10 kaset dengan harga rata-rata Rp 5.000.

Harga tersebut jauh di bawah harga kaset di toko, yang kini mencapai Rp 20.000 per kaset. "Kalau bicara modal, saya membuka usaha hanya bermodal koleksi kaset kuno dan keterampilan reparasi. Namun hasil dari usaha ini cukup lumayan, bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup," katanya. (Bayu Setiawan-17d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA