logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Mei 2006 OLAHRAGA
Line

Persibat Mencoret Marcelo dan Mohammade

BATANG-Teka-teki mengenai pemain asing Persibat yang dicoret terjawab sudah. Saat sebelum latihan di Stadion Moh Sarengat, Batang, kemarin, pelatih Hartono Ruslan mengumumkan Marcelo dan Mohhamed diberhentikan dari skuad berjuluk Banteng Alas Roban itu.

Sekalipun pencoretan pemain sudah diumumkan, namun seleksi untuk pelamar belum ditutup. Rencananya seleksi ditutup kemarin. Tetapi, Hartono masih memberi kesempatan bagi pemain yang menempati posisi libero dan gelandang untuk mengikuti seleksi.

''Saya beri waktu sampai Sabtu sore untuk pemain asing yang ingin mengikuti seleksi di Batang,'' ujarnya.

Mohammade dicoret karena pemain asal Guinea itu mengalami cedera lutut. Sedangkan Marcelo yang asal Brasil dikembalikan ke agennya, setelah diadakan pembahasan oleh korps pelatih dan manajemen tim.

Dua pemain asing yang masih dipertahankan adalah striker Jeffery Togbah dari Liberia dan gelandang dari Guinea, Dauda Syla.

Hati-hati

Untuk pengganti dari dua pemain yang dicoret, ia sudah mempunyai bayangan beberapa pemain asal Brasil, Cile, dan Kamerun. Namun, siapa yang nantinya akan direkrut, dirinya belum bisa memastikan. ''Bayangan memang sudah ada. Tetapi, kami harus hati-hati dalam memilih. Yang pasti, manajemen sudah memberi lampu hijau soal penggantian pemain asing ini.''

Hartono juga menyatakan akan mencoret pemain lokal yang dinilai tidak disiplin. Hal itu perlu dilakukan agar kekompakan dan kebersamaan tim terjaga.

''Kami berharap pemain asing baru nanti bisa dimainkan saat tandang melawan Pelita Jaya di Stadion Lebak Bulus 18 Mei,'' ujar mantan pemain Arseto itu.

Ketua Umum H Bambang Bintoro mengingatkan kepada korps peelatih agar waktu yang pendek benar-benar dimanfaatkan secara selektif dalam menentukan pilihan pemain asing. ''Saya berharap agar Pak Hartono, Cahyono dan Busro jeli dalam menentukan pilihan,'' ujarnya.

Latihan sore dalam rangka seleksi pemain itu kini semakin diminati pendukung fanatik Persibat yang tergabung dalam Roban Mania. Mereka tidak mau menonton di tribune, tapi justru duduk lesehan di lapangan.

''Kami berharap pelatih tidak memilih pemain petualang, tapi benar-benar seorang profesional dalam bidang sepak bola,'' kata Sekjen Roban Mania Wawan Setiawan.(ar-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA