| Kamis, 11 Mei 2006 | OLAHRAGA |
Benny Dollo Memuji KomangMALANG-Pelatih Arema Benny Dollo puas dengan hasil tiga poin yang diraih pasukannya dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sore kemarin. PSIS ditundukkan timnya 0-1 dalam lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006. Selain mampu melakukan revans, penampilan anak-anak asuhannya yang penuh motivasi dan semangat untuk menundukkan ''Mahesa Jenar'' juga dipuji. Meski demikian, Benny juga mengacungkan jempol kepada tim asuhan Bonggo Pribadi. Bahkan, secara khusus mantan pelatih Persita Tangerang itu memuji penampilan kiper I Komang Putra. "Peluang kami di pertandingan ini sangat banyak. Tapi, Komang tampil luar biasa. Kami hanya bisa menghasilkan satu gol. Penampilannya memang gemilang," tuturnya seusai pertandingan. Oleh pria yang disapa Bendol itu, partai ini disebutnya sangat menarik mengingat kedua tim memperagakan permainan menyerang. Namun, dia menyayangkan mengapa kartu merah hanya dikeluarkan untuk kapten timnya, I Putu Gede. Padahal, menurutnya, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pemain PSIS juga tidak kalah keras. Dia memberi contoh ketika M Ridwan mengangkat kaki tinggi sehingga mengenai kepala Alexander Pulalo serta ketika Porras menabrak Erol FX Iba. Wasit Jimmy Napitupulu tidak memberikan kartu merah, tapi hanya kartu kuning untuk M Ridwan. "Kartu merah untuk I Putu Gede memang pantas diberikan. Tapi, kalau adil, pemain PSIS lain seharusnya juga kena. Meski demikian, kami menghargai keputusan wasit," katanya. Motivasi Kekalahan memang mengecewakan kubu anak-anak Semarang. Apalagi, di pertandingan tersebut tim berjuluk Singo Edan hanya main dengan 10 orang. Namun, pelatih Bonggo Pribadi menyatakan pujiannya terhadap anak-anak asuhannya. "Mereka sudah berusaha keras. Semangat dan motivasi mereka luar biasa sore ini. Tapi, hasilnya kami tetap kalah," tuturnya. "Sejak Putu kena kartu merah, Arema lebih banyak bertahan. Itu membuat kami kesulitan membongkar pertahanan mereka," tambahnya. Menurutnya, permainan timnya relatif baik karena taktik dan strategi yang dirancang dapat dijalankan. Setidaknya tiga peluang emas dimiliki. Hanya, absennya Fofee dinilai memengaruhi kinerja lini belakang. Maman Abdurahman yang dipercaya menempati posisi sebagai libero, kurang maksimal menjalankan tugasnya. Dia masih bermain seperti seorang stoper. "Koordinasi di belakang sudah baik, tapi kurang solid. Absennya Fofee memang sangat memengaruhi kekuatan lini ini." (H13, jo-22) |