| Kamis, 11 Mei 2006 | OLAHRAGA |
Hita Buyarkan Ambisi Mahesa JenarMALANG-PSIS gagal meraih poin dalam laga big match lawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kemarin. Striker Franco Hita berhasil membuyarkan ambisi ''Mahesa Jenar'' memetik poin. Gol yang dicetaknya pada menit ke-55 membuat tim asuhan Benny Dollo itu memenangi duel dengan skor tips 1-0 (0-0). Dengan demikian Arema berhasil melakukan revans terhadap PSIS, mengingat pada putaran pertama mereka kalah 0-1 di Stadion Jatidiri. Melalui serangan balik yang cepat dari sektor kiri pertahanan anak-anak Semarang, Serge berhasil mengecoh beberapa pemain belakang. Bola dibawanya masuk ke kotak penalti. Melihat Hita yang berdiri bebas di depan gawang I Komang Putra, bola pun disodorkan kepadanya. Tanpa kesulitan, bola dilesakkan ke dalam gawang. Stadion Kanjuruhan pun gegap-gempita oleh Aremania. Tepuk tangan dan yel-yel kemenangan menggema sampai ke sudut-sudut stadion. Aremania harus diacungi jempol. Mereka melakukan aksi yang kreatif sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi penonton lain. Kartu Merah Setelah memimpin 1-0, tuan rumah harus bermain dengan 10 orang. Sejak menit ke-67 kapten I Putu Gede yang melanggar keras Miguel Angel Dominguez langsung diganjar kartu merah oleh wasit Jimmy Napitupulu. Ketat dan kerasnya pertandingan membuat wasit juga mengeluarkan tiga kartu kuning, masing-masing untuk M Ridwan dan Gustavo Hernan Ortiz dari PSIS, serta pemain Arema Alexander Pulalo. Dengan demikian, dipastikan M Ridwan akan absen saat tim kebanggaan warga Semarang ini dijamu Persekabpas Pasuruan, Sabtu lusa. Selepas terjadinya gol, permainan bertambah keras. Apalagi dengan masuknya Emmanuel de Porras menggantikan Khusnul Yaqien. Para personel Singo Edan terprovokasi oleh permainan keras Porras. Tak heran pada pertengahan babak kedua nyaris terjadi kericuhan. Porras yang melakukan pelanggaran terhadap Erol FX Iba, langsung mendapat reaksi keras dari lawan. Pemain asal Argentina itu didorong hingga terjatuh. Tetapi, insiden tidak berkelanjutan. Sekalipun demikian, suasana panas belum reda. I Putu Gede melakukan pelanggaran keras terhadap Miguel Angel Dominguez. Wasit Jimmy Napitupulu pun langsung mengganjarnya dengan kartu merah. Unggul jumlah pemain, PSIS melakukan serangan bergelombang. Bahkan, Bonggo langsung memasang tiga striker dengan memasukkan Indriyanto Nugroho menggantikan Miguel. Arema terus dikurung setengah lapangan. Anak-anak asuhan Benny Dollo cenderung bermain bertahan untuk mengamankan kemenangannya. Mereka hanya menempatkan Serge di lini depan untuk berjaga-jaga bila mendapat kesempatan melakukan serangan balik. (H13, jo-22) |