| Kamis, 11 Mei 2006 | OLAHRAGA |
Maulana Taekwondoin Masa DepanNAMA belum banyak yang tahu. Namun melihat prestasinya, Maulana Abdul Aziz tampaknya akan menjadi salah satu taekwondoin masa depan Jateng. Bakatnya bagus. Prestasinya juga mulai terlihat mengkilap. Taekwondoin muda asal Semarang itu baru saja menyabet medali emas kelas heavy (berat) dalam Kejuaraan Taekwondo Antar-SLTA se-Jateng yang digelar IKIP PGRI Semarang di GOR Trilomba Juang, Mugas, akhir April lalu. Siswa kelas I SMU Muhammadiyah 1 Semarang itu tergolong bongsor. Usianya baru 16 tahun, namun berat badannya sudah 81 kg dan tingginya juga lumayan "wah" untuk ukuran orang Indonesia: 180 cm. Di final, Maulana harus berhadapan dengan Ciputra Aditya (17), peraih emas Kejurnas Taekwondo 2006 di Surabaya, 25 Maret lalu. Dari sisi tingkat senioritas di taekwondo, Maulana masih jauh dari lawan. Ciputra penyandang sabuk hitam, sedangkan dia masih sabuk merah strip satu. "Prestasi merebut emas ini berkat bimbingan para sabem (pelatih-red) yang terus menggembleng fisik, teknik, taktik, strategi maupun mental bertanding," katanya. Bagi Maulana, medali emas yang diraih ini menjadi motivasi untuk lebih tekun berlatih. Dia ingin mengejar prestasi yang lebih baik lagi. Dibimbing Bambang Wijanarko Pada Kejurda Taekwondo Jateng, yang direncanakan Juni mendatang, Maulana berharap bisa ikut ambil bagian. Dia terus mempersiapkan diri dengan berlatih di dua tempat, yakni di klub Manunggal Jati dan di Pusat Pelatihan Olahraga Prestasi (PPOP) GOR Jatidiri Semarang. Di Manunggal Jati, dia ditangani pelatih Sugeng, Andre Darwin dan Rina Susilowati. Sedangkan di PPOP ditangani pelatih terbaik taekwondo Jateng yang juga pelatih tim nasional Bambang Wijanarko, Singgih Budiyanto serta Ino Sensius Boro. Maulana --yang akrab dipanggil Nanang-- selama menekuni cabang olahraga asal Korea itu berhasil meraih medali perunggu Kejurnas Surabaya, serta perak pada Invitasi Taekwondo Jateng di Pati. "Dari tiga kejuaraan, baru ini kali saya meraih emas dan saya senang dengan hasil ini," kata anak pasangan Abdul Manan dan Siami ini. Nanang kini memperketat jadwal latihan seminggu lima kali. (Imam Nuryanto-40) |