logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Mei 2006 OLAHRAGA
Line

Oliver Kahn Mundur

HAMBURG- Setelah dipastikan kalah dalam perebutan posisi utama kiper timnas Jerman, Oliver Kahn kemarin mengumumkan

pengunduran dirinya.

Kahn akan mundur selaku kiper tim nasional Jerman usai Piala Dunia. Ketua Bayern Munich -klub di mana Oliver Kahn bermain- Karl-Heinz Rummenigge mengumumkan rencana tersebut, Rabu (10/5).

Kahn sudah 84 kali memperkuat tim nasional. Tampaknya, sangat kecil peluangnya untuk menambah caps karena posisi utama di bawah mistar kini diambil alih oleh seterunya, Jens Lehmann yang selama musim ini tampil sangat mengesankan bersama Arsenal.

Kecuali dia dipasang pada Piala Dunia di negaranya bulan depan, penampilan terakhir Kahn dalam pertandingan nasional akan terjadi Selasa pekan depan ketika timnya akan melawan tim amatir Jerman, Luckenwalde sebagai pemanasan.

"Usai Piala Dunia, Oliver (Kahn) akan mundur dari tim nasional. Dia akan berkonsentrasi sepenuhnya untuk Bayern Munich," kata Rummenigge kepada harian Bild.

Kahn (36), memenangi pertandingan pertama internasionalnya melawan Swiss pada tahun 1995. Dia menjadi kiper cadangan di Euro 1996 dan Piala Dunia 1998.

Posisi utama mulai ditempatinya mulai Euro 2000, dan bahkan kemudian dipilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2002 ketika memimpin Jerman ke final.

Sangat Kecewa

Pertandingan internasional terakhirnya adalah pada 22 Maret, ketika Jerman menang 4-1 atas Amerika Serikat dalam sebuah partai uji coba.

Rummenigge mengatakan, Munich sangat prihatin mengenai nasib Kahn ketika pelatih Jerman Juergen Klinsmann memilih Lehmann akhir April lalu, sebagai kiper utama. Tetapi mereka menghargai penuh keputusan Kahn yang menerima peran baru itu, dan pergi ke Piala Dunia sebagai kiper nomor dua.

"Ketika Klinsmann menurunkannya sebagai kiper nomor dua, kami amat khawatir. Oliver sangat terpukul. Tapi dia memberikan reaksi bagus," kata Rummenigge.

Kahn tampil buruk dalam beberapa pekan terakhir ketika persaingan dua kiper itu tengah dalam puncaknya. Dia beberapa kali melakukan blunder, membuat timnya rugi. Salah satunya adalah ketika mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Cologne -tim yang kemudian terdegradasi- pada Maret lalu. Dua gol yang terjadi ke gawang Munich seluruhnya akibat kelalaian kiper tersebut. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA