logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Mei 2006 MURIA
Line

Saksi Pingsan Dengar Tembakan Pertama

Perampokan Toko Emas Leo

JEPARA- Rodliyah (49), warga Desa/Kecamatan Welahan Jepara menjadi saksi mata dalam kasus perampokan Toko Emas Leo Jalan Jalur Toko Emas, kawasan Pasar Welahan.

Namun, tim pemeriksa dalam Polres Jepara tak memperoleh banyak informasi dari wanita yang berjualan makanan ringan di toko kecil di sebelah barat toko emas tersebut.

Sebab, Rodliyah langsung pingsan di tempat saat mendengar tembakan pertama dari perampok yang beraksi di dalam toko.

Kepada Suara Merdeka, Rodliyah yang ditemui di toko sempitnya menuturkan, kejadian sesaat yang sempat dilihatnya ketika empat perampok beraksi. Dia mengaku tahu persis kedatangan para perampok pada Selasa (9/5) sekitar pukul 15.30 itu.

Ia duduk di atas kursi plastik menunggui dagangannya, yang hanya berjarak sekitar empat meter dari tempat parkir dua sepeda perampok.

''Saya melihat mereka menggunakan pakaian gelap, semuanya masih mengenakan helm, dengan muka tertutup kain. Salah seorang dari mereka melompat meja kaca etalase perhiasan emas,'' tuturnya.

Saksi mengetahui persis satu dari empat kawanan perampok itu mengacung-acungkan pistol berwarna silver mengkilap. Sesaat kemudian, dari dalam toko terdengar satu kali tembakan. Ketika itu, dia langsung pingsan.

''Perasaan takut saya luar biasa mendengar suara tembakan dan salah seorang dari mereka yang mengacung-acungkan pistol itu,'' lanjutnya.

Merasa panik, sebelum pingsan dia pun tak sempat mencatat nomor polisi dua sepeda motor yang digunakan pelaku. Dia juga tidak tahu insiden penembakan salah seorang dari perampok itu ke arah Driyantoro (bukan Dwiyantoro, umur 30), salah satu penjaga toko emas yang melarikan diri. Tembakan itu justru mengenai leher Mustain, tukang becak asal Desa/Kecamatan Mijen RT 1 RW 1 Demak yang mangkal sekitar 65 meter arah barat toko, hingga tewas.

Kapolres AKBP Drs Muhammad Nur SH melalui Kapolsek Welahan AKP Binuka mengatakan, sampai kemarin sudah ada sembilan saksi yang dimintai keterangan. Mereka adalah pemilik toko Heri Susanto (45). Kemudian, tiga dari 11 orang penjaga toko, masing-masing Suparjo, Driyantoro, dan Imam. Serta lima orang lainnya dari masyarakat sekitar toko.

Siang kemarin tim Laboratorium dan Forensik (Labfor) Polda Jateng tiba di lokasi. Mereka mengumpulkan barang-barang bukti untuk diselidiki. Direktur Reskrim Polda Jateng Kombes Pol Drs HM Zulkarnaen MM pun tampak datang ke lokasi. (H15-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA