| Kamis, 11 Mei 2006 | MURIA |
Rumah Kayu Jati Ludes Terbakar
BLORA- Dua rumah kayu jati milik Parman (56), warga RT 2 RW 1 Desa Doplang, Kecamatan Jati, Blora, ludes terbakar, kemarin (10/5). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kecuali mobil Toyota Kijang yang bisa diselamatkan, seluruh barang berharga di dalam kedua rumah tersebut ikut dilalap api. Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Informasi menyebutkan, kebakaran diduga akibat arus pendek listrik di dalam rumah yang juga digunakan untuk pusat kegiatan belajar masyarakat (PKMB), sekitar pukul 08.30. Dinding rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu jati menyebabkan api cepat berkobar. Dalam waktu sekitar satu jam, dua bangunan yang masing-masing berukuran 10 x 12 meter dan 10 x 6 meter tersebut rata dengan tanah. Padahal, puluhan warga telah berupaya memadamkan api. Beberapa barang berharga yang habis dilalap si jago merah, antara lain empat komputer, empat mesin jahit, sebuah mesin obras, dan sebuah pesawat televisi. ''Beberapa warga dan pegawai Perhutani sudah berupaya memadamkan api. Namun kobaran api sangat besar. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah. Hanya mobil Kijang yang bisa kami selamatkan,'' ujar Suyatno, salah seorang warga. Sedang Keluar Beberapa warga juga berinisiatif melaporkan musibah itu kepada petugas pemadam kebakaran. Namun, lokasi yang jauh dari pusat Kota Blora ataupun Cepu (sekitar 40 km) menyebabkan mobil kebakaran baru datang ke lokasi setelah api padam. Sholihan, saksi lain menyebutkan, saat kebakaran, pemilik rumah sedang keluar. Selain itu, tidak ada kegiatan apa pun di rumah yang terletak di pinggir jalan raya tersebut. Warga sekitar, menurut Sholihan, baru mengetahui kebakaran setelah melihat api membumbung dari dalam rumah. ''Selain memadamkan kebakaran, warga juga berupaya agar kobaran api tidak merembet ke masjid atau rumah warga lain,'' katanya. Kepala Kantor Polisi Pamongpraja Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Pol PP Kesbanglinmas) Drs Suryanto yang datang ke lokasi menyebutkan, rumah mudah terbakar karena sebagian besar konstruksinya terbuat dari kayu jati. Polisi dan aparat Koramil Jati selanjutnya membentangkan garis polisi di sekeliling rumah yang terbakar tersebut, guna penyelidikan lebih lanjut. (H18-65s) |