logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Mei 2006 INTERNASIONAL
Line

Bom Motor Tewaskan Dua Guru Buddha

  • Kantor Partai Demokrat Ditembaki

BANGKOK - Kekerasan kembali terjadi di wilayah Thailand selatan. Sebuah bom yang disembunyikan di sepeda motor meledak di sebuah pasar Provinsi Pattani, Thailand selatan Rabu kemarin. Ledakan bom itu menewaskan dua guru Buddha dan melukai 14 orang yang sedang berbelanja.

"Bom itu disembunyikan di sepeda motor yang diparkir dekat truk tentara," kata Kolonel Somporn Meesuk kepada Reuters melalui telepon dari lokasi kejadian.

Sehari sebelumnya, tiga orang Budha tewas dan tujuh orang lainnya cedera dalam tiga serangan terpisah yang dilakukan militan Pattani. Dua korban di antaranya adalah tentara Thailand. Keduanya menjadi sasaran bom pinggir jalan saat mereka sedang berpatroli di Pattani.

Sompong Sopin (50), pemilik bengkel motor di Pattani, ditembak hingga tewas oleh dua pelaku yang menyamar sebagai pelanggan. Di provinsi yang sama, sekelompok orang bersenjata menembaki petugas kebersihan Meelarb Boonrung (37) dan Prasit Kongchoo (33).

Kedua petugas kebersihan itu tewas seketika. Serangan itu juga meluka lima orang lainnya. Pattani merupakan salah satu wilayah konflik di Thailand setelah.

Tanpa Pemerintahan

Sementara itu, Mahkamah Agung Thailand memperkirakan pemerintahan baru tidak mungkin terbentuk sebelum September. Thailand butuh waktu untuk mengatasi hambatan konstitusional dan politik berkaitan dengan pembentukan pemerintah baru.

Juru bicara Mahkamah Agung Thailand Wirat Chinwinigkul menjelaskan bahwa proyeksi itu didasarkan pada asumsi bahwa keempat anggota Komisi Pemilihan Umum mengundurkan diri dan mahkamah harus memilih penggantinya.

Selain itu, persiapan untuk menyelenggarakan pemilu baru membutuhkan waktu tiga bulan. Kemudian berdasar konstitusi, parlemen hasil pemilu itu harus mengadakan sidang satu bulan setelah pemilu.

"Thailand harus menunggu tiga sampai lima bulan, atau sampai September, untuk membentuk pemerintahan baru," kata dia.

Sementara itu, sekelompok orang bersenjata menembaki markas Partai Demokrat (oposisi) di Bangkok Selasa malam lalu. Sebulan sebelumnya, kantor partai itu juga menjadi sasaran upaya pengeboman, meskipun bom itu berhasil dijinakkan.

Akibat aksi penembakan itu, beberapa kaca jendela pecah. Serangan itu tidak merenggut korban. "Seorang petugas keamanan memberi tahu polisi bahwa jendela kantor pusat Partai Demokrat pecah lantaran ditembaki sekelompok bersenjata," kata Letkol Polisi Amphon Broonperm.(rtr-ant-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA