| Rabu, 10 Mei 2006 | PANTURA |
Dikhawatirkan 72% Siswa Tak Lulus Ujian NasionalSLAWI- Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, Dimyati mengkhawatirkan dari 16.000 peserta ujian nasional (UN) di Kabupaten Tegal, sekitar 72% di antaranya tidak lulus ujian. Hal itu didasarkan pada hasil tryout yang dilakukan sejumlah sekolah. "Setelah mengikuti tryout, hanya 28% dinyatakan lulus," kata Dimyati, menanggapi kesiapan sekolah-sekolah menghadapi UN. Menurutnya, hasil tryout tersebut harus dijadikan pemacu bagi siswa, sekolah, dan orang tua murid dalam menghadapi ujian mendatang. Sebab, peran masyarakat menopang keberhasilan siswa dalam belajar itu cukup besar. "Masyarakat atau orang tua harus mempunyai tanggung jawab pula, supaya anaknya tidak gagal," ujarnya. Dia menilai kebijakan UN tersebut kurang tepat. Menurutnya, kelulusan seharusnya tidak hanya ditentukan oleh tiga mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Sebab, dimungkinkan ada seorang anak mempunyai bakat di bidang lain tetapi kurang menguasai pada tiga mata pelajaran yang diujikan tersebut. "Maka, sebaiknya hasil ujian ketiga mata pelajaran tersebut dikonversikan dengan pelajaran yang lain," tuturnya. Disilangkan Menyinggung soal tim independen yang bertugas memantau pelaksanaan UN, dia mengatakan, sebenarnya untuk menjaga kemurnian ujian tersebut, dapat dilakukan dengan cara menyilangkan pengawas dan panitia antara satu sekolah dan yang lain. "Pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut seharusnya melibatkan berbagai pihak." Ditanya soal kegiatan Hari Jadi Kabupaten Tegal yang bertepatan dengan waktu pelaksanaan UN, Dimyati menyatakan untuk pelaksanaan ritual kegiatan itu tidak dipersoalkan. Kendati demikian, dirinya mengusulkan supaya event-event lain, seperti pameran pembangunan dilaksanaan setelah ujian. "Mungkin Juni, sehingga waktu liburan itu dapat dimaanfaatkan siswa mengunjungi pameran pembangunan," ucapnya.(H3-17s) |