logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 PANTURA
Line

Puluhan Hektare Tanaman Padi Kering

  • Diserang Hama Sundep

PEMALANG- Puluhan hektare padi yang baru ditanam di Pemalang, daunnya mengering dan terancam mati karena diserang hama sundep (penggerek batang). Kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Di pesawahan belakang RSUD Desa Bojongbata misalnya, terlihat hamparan tanaman padi yang berkondisi tidak sehat. Daunnya mengering seperti terbakar dan rontok. Walaupun berumur sudah satu bulan lebih, masih kerdil.

Seorang petani, Wardi (45) menuturkan, musim tanam padi kali ini banyak gangguan. Selain hama siput murbei (keong emas), juga sundep. Bahkan pengaruh dari serangan hama terakhir itu bagi tanaman sangat mematikan.

''Saya dan petani lain di sini tidak bisa berbuat apa-apa. Meski sudah disemprot obat pembasmi hama, tanaman tetap mengering,'' ucapnya didampingi petani lain.

Menurutnya, serangan hama itu dirasakan mulai awal April. Dia mengatakan seperti itu karena padi yang ditanam, kini daunnya kering kerontang dan terancam mati. Jumlahnya mencapai puluhan hektare, karena diperkirakan areal padi lain juga mengalami hal yang sama.

Ketika mulai kelihatan ada tanda-tanda serangan, petani sudah menyemprot dengan obat pembasmi tetapi tidak mempan.

Pertumbuhan padi terus menyusut dan kering kerontang. Jika hal itu dibiarkan, tanaman akan mati.

Dalam mengatasi persoalan tersebut, petani terpaksa akan melakukan pergantian tanaman. Bibit yang sudah terkena serangan sundep seluruhnya akan diganti dengan tanaman baru. Dampaknya petani akan mengeluarkan biaya baru lagi untuk tanam kali kedua.

Menurut hitungan Wardi, untuk tanam kembali membutuhkan biaya sekitar Rp 1,5 juta/bahu (kurang dari 10.000 m2). Itu baru ongkos tanam. Belum biaya lain seperti obat-obatan, pupuk, dan traktor. Jika dihitung kerugiannya mencapai Rp 2 juta lebih untuk setiap bahu.

Padahal sebelum diserang sundep, petani kerepotan juga dengan adanya hama siput murbei.

Ketika lahan mulai dibajak, ribuan siput mulai bermunculan. Hama pengerat itu terus menyerbu ketika padi mulai ditanam. Namun bisa diatasi dengan telaten, yakni diambili satu per satu. Sementara serangan sundep sulit dibasmi.

Kepala Dinas Pertanian Ir Muridho dan Kasubdin Tanaman Pangan Ir Prio saat ditemui tidak ada di kantor. Menurut stafnya Suwarto, serangan hama sundep belum ada laporan ke Dinas Pertanian. Tugas pelaporan semestinya dilakukan oleh Mantri Tani di kecamatan masing-masing. Namun hingga kemarin belum ada laporan serangan hama sundep.(sf-52s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA