logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 PANTURA
Line

Wakil Rakyat Berharap Rekanan Lokal Diprioritaskan

PEKALONGAN - Wakil rakyat Kota Pekalongan tampaknya juga menghendaki agar proyek-proyek di wilayah kota tersebut dikerjakan oleh rekanan lokal sendiri. Paling tidak, hal itu disuarakan oleh seorang anggota DPRD.

''Namun, ini bukan berarti Pemkot harus menolak rekanan luar daerah untuk ikut lelang,'' kata Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Pekalongan HM Ahlan HA.

''Sebab, sesuai dengan UU dan Perpres, lelang proyek tidak boleh dibatasi hanya untuk rekanan daerah setempat, tetapi juga terbuka bagi rekanan luar kota,'' tegasnya.

Dia menegaskan hal itu kepada Suara Merdeka, Selasa (9/5) kemarin, sebagai tanggapan atas harapan asosiasi rekanan Kota Pekalongan agar proyek di wilayah kota itu dikerjakan oleh rekanan setempat.

Meskipun demikian, tambah anggota DPRD dari PPP itu, harapan agar rekanan lokal diberikan prioritas hanyalah imbauan kepada Pemkot. Terserah pada Pemkot, bagaimana caranya merealisasi harapan tersebut.

''Harapan rekanan lokal itu perlu dimaklumi, mengingat jumlah proyek sekarang terbatas, sementara jumlah rekanan sangat banyak,'' katanya.

Dia berharap Pemkot Pekalongan menyikapi secara arif aksi para rekanan lokal tersebut. Dia menyebutkan, ada sejumlah keuntungan jika proyek dikerjakan oleh rekanan setempat.

Misalnya, bila suatu ketika diketahui ada pekerjaan proyek yang kurang beres, pimpinan rekanan yang mengerjakan proyek itu dapat dengan cepat ditegur agar segera memperbaiki. Sebab, mereka tinggal di Kota Pekalongan.

Selain itu, karena mereka warga Kota Batik, mereka akan memiliki tanggung jawab kedaerahan yang lebih besar dibandingkan warga dari luar kota.

Dengan demikian, mereka akan berusaha sekuat tenaga bekerja sebaik-baiknya. ''Mereka pasti akan malu jika pekerjaan mereka jelek. Pokoknya, nilai kedaerahan mereka lebih kental dibandingkan rekanan luar kota,'' tegasnya.

Dia mengingatkan, banyak proyek di Kota Pekalongan - yang dikerjakan rekanan luar kota - berkualitas rendah. Sebaliknya, yang dikerjakan rekanan lokal cukup baik.

''Kalaupun proyek yang dikerjakan rekanan lokal itu ada kekurangannya, kekurangan tersebut bisa langsung diperbaiki setelah menegur pimpinannya,'' katanya.

Keuntungan lain adalah, rekanan lokal menyerap pekerja dari Kota Pekalongan sendiri. Hal itu banyak manfaatnya, karena dalam beberapa tahun terakhir ini banyak warga kota tersebut yang menganggur gara-gara sejumlah pabrik ditutup, setelah harga BBM dinaikkan pada Oktober 2005.

Dia berharap rekanan dari luar kota bisa memahami keinginan rekanan lokal, meskipun secara hukum rekanan luar kota boleh mengerjakan proyek di wilayah lain, sepanjang memenuhi persyaratan.(A15-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA