logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 OLAHRAGA
Line

PBSI Harus Lakukan Terobosan

SEMARANG- Hastomo Arbi, mantan pemain tim Piala Thomas Indonesia menilai, PB PBSI masih terlalu percaya dengan pemain - pemain senior, kendati akhirnya gagal ke final setelah menyerah 0 - 3 dari tim China di semifinal Thomas Cup di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, pekan lalu.

Pemain asal klub Djarum Kudus yang ikut andil memboyong Piala Thomas tahun 1984 itu menyebut nama Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso terlalu dipaksakan turun di nomor tunggal, yang akhirnya mengalami dua kekalahan beruntun di nomor tunggal.

Di semifinal Piala Thomas, Taufik Hidayat sebagai tunggal utama menyerah 16-21, 6-21 dari Lin Dan. Sony Dwi Kuncoro kalah 17-21, 22-24 dari Bao Chunlai.

''Kita bisa lihat, pemain tunggalnya hanya itu - itu saja. Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso. Hasil akhirnya seperti itu. Kalau PBSI tidak ingin ketinggalan lebih jauh dari negara lain, harus berani melakukan terobosan. Sisipkan beberapa pemain muda,'' kata Hastomo Arbi ketika ditemui di GOR Marlupi dalam acara final bulu tangkis usia dini, semalam.

Kesenjangan

Pemain yang berhasil mengalahkan Han Jian dari China di final Piala Thomas Malaysia tahun 1984 ini, menyebutkan ada kesenjangan cukup mencolok antara pemain lini pertama dan kedua.

Penyebabnya, menurut dia, karena pemain pelapis tidak pernah diberi kepercayaan untuk menambah jam terbang.

''Kita memang tidak bisa menyebut tim Thomas Indonesia gagal, karena targetnya hanya sampai semifinal,'' tambah Hastomo.

''Kalau ingin mencapai kejayaan seperti tahun - tahun sebelumnya, butuh waktu. Pemain pelapis belum disiapkan dengan baik,'' tandasnya.

Pemain yang kini menekuni profesi sebagai pelatih di klub Djarum Kudus itu juga menilai, ada penurunan dalam pembinaan usia dini.

''Era 1980-an dan awal 1990-an, banyak pemain muda berbakat. Beberapa tahun terakhir ini, anak - anak usia dini lebih mementingkan sekolah,'' jelas pemain seangkatan Lim Swie King ini. (C16-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA