logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 NASIONAL
Line

SBY dan Presiden Iran Bahas Krisis Nuklir

JAKARTA - Perkembangan terakhir penanganan krisis nuklir merupakan agenda utama pembicaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. "Ini kesempatan pertama bagi kita mendengar langsung respons Iran terhadap resolusi yang sedang dirancang lima anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, termasuk apa yang kita dengar yaitu surat dari Presiden Ahmadinejad pada Presiden Bush," tutur Menlu Hassan Wirajuda di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/5).

Pertemuan SBY dengan Mahmoud Ahmadinejad akan berlangsung Rabu (10/5). Menurut Menlu, dalam pertemuan diharapkan Pemerintah Indonesia bisa memperoleh gambaran lebih jelas langkah yang perlu diambil untuk mengurangi ketegangan dan mencari solusi damai dari krisis nuklir Iran.

Tentang peningkatan ketegangan antara Iran dan AS menjelang resolusi penyelesaian melalui DK PBB atau IAEA, Menlu menolak memberi pernyataan. "Meski kita sudah tahu draf awal, tetapi resolusinya belum dihasilkan. Jadi kita belum berprasangka tentukan sikap kita. Sejauh ini posisi kita mendukung pengembangan tenaga nuklir untuk tujuan damai. Ini hak mendasar setiap negara. Namun kita juga konsisten menolak penyebarluasan senjata nuklir."

Menurut dia, sikap Indonesia telah dikomunikasikan dengan Iran. Pemerintah Iran menyambut baik dukungan tersebut. Sebab pemrosesan uranium yang mereka lakukan itu tidak ditujukan untuk memproduksi senjata pemusnah massal, sebagaimana tuduhan AS. Melainkan keperluan pembangkit energi.

Hassan Wirajuda mengatakan, hal lain yang akan dibicarakan kedua kepala negara adalah kerja sama bidang Iptek dan kebijakan keimigrasian. Indonesia memutuskan memberi fasilitas visa on arrival (VoA) bagi pemegang paspor Iran. Sebelumnya, Iran telah memberikan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia selama dua minggu.

Tidak kalah penting adalah pembicaraan tentang peningkatan hubungan ekonomi yang lebih konkret, seperti perdagangan dan investasi yang selama ini relatif masih di bawah potensi kedua negara. Salah satunya, menindaklanjuti ketertarikan pengusaha Iran berpartisipasi dalam pembangunan kilang minyak di tanah air, khususnya kilang yang akan memproses minyak yang diimpor RI dari Iran.

"Kita lihat ada peluang untuk ditingkatkan. Iran juga punya banyak modal dari kenaikan harga minyak dan kebutuhan mereka untuk berinvestasi."

Presiden Mahmoud Ahmadinejad hari ini akan diterima secara resmi oleh Presiden SBY di Istana Merdeka dan dijadwalkan berkunjung ke Universitas Indonesia. Selain itu juga memberikan ceramah di UIN Jakarta.(dtc-46m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA