| Rabu, 10 Mei 2006 | NASIONAL |
Bupati Banyuwangi Janji ke KiaiSURABAYA - Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari, Selasa (9/5) petang bertemu dengan Sekprov Jatim Dr Soekarwo. Pertemuan itu dilangsungkan di kantor Pemprov Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya. Apa yang dibicarakan kedua pejabat itu? Ratna melaporkan demonstrasi pada hari Kamis lalu di daerahnya. Agenda besar yang diusung 5.000 demonstran itu adalah melengserkan Ratna dari jabatannya. Kepada wartawan yang menemuinya seusai bertemu Soekarwo, Ratna Ani Lestari menyatakan kesiapannya bertemu dengan kiai-kiai yang selama ini menentang kepemimpinannya. "Tak ada masalah," tandas dia. Seperti diketahui, di antara kalangan yang turun demo menuntut Ratna Ani Lestari dilengserkan dari jabatannya adalah sebagian kiai Banyuwangi. Bahkan ketika 25 anggota DPRD Banyuwangi datang ke kantor Gubernur Jatim, Senin kemarin, puluhan kiai ikut menyertai mereka. Rencananya, para tokoh masyarakat itu juga akan menyampaikan aspirasinya ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) di Jakarta. Pertemuan Ratna Ani Lestari dengan Soekarwo berlangsung tertutup. Saat diwawancarai wartawan, orang pertama di Banyuwangi itu menyangkal semua tuduhan yang menyudutkan dirinya. Misalnya, ada instruksi Bupati yang melarang kegiatan istighotsah dan pengajian. Kebijakan ini mengundang reaksi keras kalangan tokoh dan umat Islam di daerah itu. Maklum, Banyuwangi adalah daerah basis PKB/NU dan PDI-P. Bantahan Serupa "Tak benar saya, menginstruksikan larangan istighotsah dan pengajian," tegasnya. Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Nuris juga menyampaikan bantahan serupa. Adalah tindakan bodoh jika Kepala Daerah Banyuwangi mengeluarkan kebijakan seperti itu. "Kalau nggak percaya silakan cek sendiri. Tak mungkin saya melarang istighotsah," tambah Ratna Ani Lestari. Ratna berjanji siap menemui para kiai yang selama ini berseberangan dengan dirinya. "Tidak ada masalah, akan kita lakukan sebab selama ini kita juga menjalin hubungan dengan kiai,î tutur dia. Rencana langkah menemui kiai-kiai itu bukan fenomena baru bagi Ratna. Setelah terpilih sebagai bupati dan belum dilantik, ia bersafari ke puluhan kiai di Banyuwangi yang sebelumnya tak menerima kemenangannya. Sementara itu, Sekprov Jatim Dr Soekarwo mengaku melihat masalah Banyuwangi sekarang dalam perspektif normatif. "Artinya, tak ada dukung-mendukung ke salah satu pihak, tetapi aturan hukum harus ditegakkan. Yang penting ada pendekatan sosiologis untuk memecahkan masalah ini," tegas Soekarwo. (G14-64m) |