logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 NASIONAL
Line

Buntut Pemukulan, Makassar Tegang

MAKASSAR - Kasus pemukulan hingga mengakibatkan korban meninggal, membuat Kota Makassar menjadi tegang. Banyak warga yang turun ke jalan, terutama di Jalan Latimojong. Aparat keamanan berjaga-jaga di sekitar lokasi massa.

Kabar cepat berembus sejak Selasa (9/5) siang. Sekitar pukul 13.00 Wita, warga mulai berdatangan ke sebuah ruko di Jalan Latimojong, kompleks Pelita Marganas Blok A8, Makassar. Mereka bergerombol di jalan itu sambil membicarakan kejadian di rumah tersebut.

Massa tetap bergerombol di sepanjang kawasan pertokoan, meski pihak kepolisian berkali-kali meminta mereka membubarkan diri.

Padahal sebelumnya, aparat kepolisian wilayah Makassar telah menangkap pelaku kekerasan yang mengakibatkan pembantu rumah tangga di Jl Gunung Latimojong, Makassar, Sulawesi Selatan, tewas. Pelaku adalah Wandi Sandiawan (24) yang tinggal di Ruko Blok A8. Dia ditangkap Senin (8/5) malam.

Tindak penganiayaan itu mengakibatkan pembantu rumah tangga bernama Hasniati (20) tewas. Tersangka memukul korban menggunakan benda keras. Akibatnya Ati, panggilan akrab korban, meninggal. "Saat ini Wandi sudah berada di tahanan Mapolwil. Wandi kami tangkap berdasarkan kecurigaan, yakni ambulans ke rumah Ati di Sinjai," tutur Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol RM Kurniawan.

Kelainan

Menurut dia, korban mulai bekerja di Jalan Gunung Latimojong pada Desember 2005. Pada Maret 2006, pelaku mulai memperlihatkan tanda-tanda kelainan. Dia menjadi cepat marah, labil, dan sering memukul. Padahal sebelumnya, tidak seperti itu.

Pada 4 Mei, korban memecahkan kaca yang mengakibatkan pelaku marah dan memukul korban. Namun belum diketahui, jenis benda keras yang digunakan pelaku untuk memukul korban. Setelah dipukul, Ati sakit dan tidur di lantai III. Sementara Nurbaya --sesama PRT yang juga dianiaya Wandi-- sembuh karena lukanya tidak terlalu parah.

Pada 6 Mei, Ati meninggal dunia. Pelaku kemudian membawanya ke rumah korban di Sinjai menggunakan ambulans. Namun aparat kepolisian baru mengetahui peristiwa ini kemarin.

"Hal itu bermula dari kecurigaan terhadap ambulans yang ke Sinjau. Intelijen lalu menyelidiki dan ternyata ada korban meninggal. Polisi pun menangkap Wandi," tutur Kapolwiltabes. (dtc-46m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA