| Rabu, 10 Mei 2006 | NASIONAL |
Toko Mas Dirampok, Kerugian Rp 1 MiliarTukang Becak Tewas TertembakJEPARA - Empat perampok bersenjata, Selasa (9/5) pukul 15.30, menggasak Toko Mas Leo milik Heri Susanto (45) di Jl Jalur Toko Mas, kawasan Pasar Welahan, Jepara. Mustain (56), seorang tukang becak yang mangkal 60 meter arah barat toko itu tewas tertembak. Leher kanan laki-laki asal Desa/Kecamatan Mijen RT 1 RW 1 Kabupaten Demak itu disambar peluru salah seorang perampok yang sebetulnya membidik Dwiyantoro (30), seorang penjaga toko mas yang mencoba menyelamatkan diri. Aksi perampok berjalan mulus dan berhasil membawa kabur emas kurang lebih 5 kg dan ditaksir seharga Rp 1 miliar. Kejadian itu menggegerkan warga sekitar. Hingga pukul 18.00, warga dan puluhan polisi masih berada di lokasi. Berdasar penuturan warga yang tinggal di dekat lokasi, saat kejadian sepanjang Jl Jalur Toko Mas sangat sepi. Seperti biasanya, pukul 16.00 adalah saat toko-toko di kawasan itu tutup. Hanya ada satu dua orang yang melintasi jalan. Tiga tembakan perampok dari toko itu membuat para warga memilih mengintip dari dalam rumah atau toko masing-masing. Agus Munazid (52), warga RT 2 RW 1 Desa Gedangan Kecamatan Welahan yang rumahnya berada di seberang lokasi kejadian menuturkan, sempat mendengar satu tembakan. Bersama putranya Amar Makruf (16), ia langsung mengintip dari balik pintu di lantai atas. ia melihat ada empat perampok sedang beraksi di toko depan rumahnya itu. ''Kami tak berani keluar rumah, karena mereka semua bersenjata pistol,'' tuturnya. Suparjo (30), satu dari 11 penjaga Toko Mas Leo, kepada Suara Merdeka menuturkan, empat perampok datang tanpa basa-basi. Mereka langsung meloncat dari sepeda motor Honda Supra dan Honda Kharisma. Saat beraksi, semua perampok menutup sebagian mukanya dengan slayer serta masih mengenakan helm dan jaket warna hitam. Saat beraksi, mesin dua sepeda motor juga masih dihidupkan. Salah satu perampok berdiri di jalan raya, menjaga kondisi luar toko. Dua lagi ada di teras toko sambil menodongkan pistol ke arah para penjaga toko yang dipojokkan pada dinding tembok bagian luar. Sedangkan satu perampok lagi ada di dalam toko menguras seluruh emas yang ada di etalase toko dengan kantong terigu. ''Kami tak berani melawan, karena mereka benar-benar mengancam kami dengan pistol,'' tutur Suparjo saat ditemui di Mapolsek Welahan, sekitar 1 km arah utara TKP. Dari 11 penjaga toko, delapan di antaranya adalah wanita. Di tengah-tengah aksi, Dwiyantoro, satu dari 11 penjaga toko mencoba berlari zig zag ke arah barat. Dia berlari sambil berteriak ''rampok...rampok...'' Saat itulah perampok mengarahkan tembakan kedua kepadanya, setelah tembakan peringatan ke atas tak dihiraukan. Ironisnya, tembakan itu justru mengarah tepat di leher Mustain, tukang becak yang sedang mangkal di ujung jalan. Untuk sementara waktu, tak ada yang menolong Mustain. ''Di dalam toko mereka juga melepaskan tembakan peringatan agar kami tak bertindak macam-macam,'' lanjut Suparjo. Setelah selesai menguras emas di etalase, empat perampok yang bertubuh kekar itu langsung naik dua sepeda motor. Satu sepeda motor menuju ke arah selatan sampai ke Subterminal Gedangan dan tembus ke jalan raya Jepara-Demak, dan satunya lagi belok ke kiri (arah utara) yang juga tembus jalan raya Jepara Demak. ''Aksi mereka sekitar 15 menit,'' lanjut Suparjo. Setelah itu, para warga langsung membawa si tukang becak nahas itu ke Puskesmas I Welahan yang berada 10 meter arah utara Mapolsek. Sesampainya di puskesmas, Mustain menghembuskan napas terakhir. Kapolres Jepara AKBP Drs Muhammad Nur SH bersama petugas dari Polwil Pati, beberapa saat setelah kejadian langsung meluncur ke TKP. Melalui Kapolsek Welahan AKP Binuka, ia mengatakan, langsung mengamankan TKP. Sejumlah barang bukti coba dikumpulkan. ''Kami belum bisa mengidentifikasi pelaku, termasuk jenis senjata yang digunakan. Di TKP kami hanya menemukan proyektil yang pecah. Satunya lagi masih coba kami identifikasi dan masih ada di leher Pak Mustain,'' ungkap dia. Tadi malam tim medis dari puskemas tak berhasil mengeluarkan peluru dari leher korban. Akhirnya pada pukul 20.00, korban dibawa ke RS Kartini untuk foto rontgen, mencari titik peluru yang masih bersarang. ''Kami masih mengembangkan pengusutan kasus,'' lanjutnya. Pihak kepolisian menyebut kawanan perampok itu beraksi secara profesional. ''Berdasar penuturan para saksi, kawanan perampok cukup tenang dalam melakukan aksinya, sepanjang 15 menit itu. Kami mencoba mencari bukti-bukti kemungkinan kesamaan pelaku perampokan dengan yang terjadi pada Toko Mas Kupu Kudus 20 April lalu,'' tutur Binuka. (H15-64m) |