logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 NASIONAL
Line

SBY Peringatkan Harga Minyak

  • Akibat Harga Minyak Dunia

JAKARTA - Meski tidak spesifik menyebut rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak bersiap menghadapi kemungkinan terburuk makin tingginya harga minyak di pasar dunia.

Dalam sambutannya ketika membuka Kongres XVI Perbanas di Balai Sidang Jakarta (JCC), Selasa (9/5) kemarin, SBY menyebut ada dua tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kembali perekonomiannya. Yang pertama adalah memulihkan daya beli dan penguatan basis ekonomi rakyat.

''Ada sejumlah kebijakan yang diperlukan untuk menyelamatkan ekonomi nasional seiring dengan meroketnya harga minyak mentah dunia. Kebijakan tersebut antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak yang konsekuensinya menimbulkan inflasi dan mengganggu daya beli rakyat,'' katanya.

Tantangan kedua adalah perlunya mengembangkan kebijakan energi yang tepat seperti penghematan secara struktural dan berlanjut. ''Perkembangan minyak dunia masih mencemaskan, dan banyak yang meramalkan bahwa harga minyak dunia akan terus melambung. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan berjaga-jaga terhadap kemungkinan-kemungkinan yang lebih buruk,'' tambah Presiden.

Tetap Optimistis

Namun Kepala Negara berharap keluarga besar perbankan nasional tetap optomistis dan percaya diri. Sebab dengan kerja keras, dunia perbankan Indonesia akan makin sehat, kuat, dan maju. ''Perbankan kita akan makin sehat dan kuat jika langkah-langkah yang sudah kita jalani seperti penyehatan, penguatan, konsolidasi, dan pengembangan terus kita lakukan.''

Dalam rangka penyehatan dan penguatan perbankan, SBY mencontohkan, dalam pengambilan keputusan seperti penyaluran kredit, semua pihak harus menggunakan pendekatan umum dan logika bisnis. ''Tidak ada di negeri ini yang memaksa, menekan, dan mendikte Saudara-saudara para pengambil keputusan untuk terjebak dalam sesuatu yang tidak kita harapkan. Pengambilan keputusan harus bersih dan bebas dari korupsi,'' tegas Presiden.

Namun, SBY mengingatkan pentingnya perbankan segera dapat menyalurkan kredit ke sektor riil. Fasilitas perbankan tersebut sangat penting untuk menghidupkan kembali perekonomian. Karena itu, penyaluran kredit perbankan diharapkan terus ditingkatkan seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan menurunnya angka inflasi demi makin stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Presiden berharap indikator-indikator perbaikan tersebut terus meningkat hingga pertumbuhan ekonomi dan percepatan ekonomi dapat segera diratakan oleh seluruh rakyat Indonesia. SBY mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas semua jerih payah dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para pelaku perbankan untuk terus berkontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian nasional. (A20-49n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA