| Rabu, 10 Mei 2006 | NASIONAL |
Lava Bertambah 150.000 M3 Tiap HariYOGYAKARTA - Perkembangan lava baru di puncak Gunung Merapi, sangat cepat. Saat ini, kubah lava berkembang dan bertambah tinggi 5 meter. ''Bisa dikatakan, kubah lava baru sudah melampaui tinggi kubah lava lain yang ada di kubah lava 1961,'' tandas Kepala BPPTK DIY Ratdomo Purba kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/5). Berdasar data yang ada, lanjut Ratdomo, kubah lava baru mudah melebar ke sisi barat, tenggara, dan sisi barat laut. Meski demikian, dominasi lava pijar masih ke arah pelataran Sungai Gendol yang masih ada ruang. ''Saat ini BPPTK melihat pertumbuhan lava pijar 150 ribu meter kubik per hari,'' jelas Ratdomo. ''Menurut estima si, sekarang volumenya kira-kira 1 juta 450 ribu meter kubik,'' tambahnya. Bagi Merapi, kegiatan ini cukup tinggi. Sebab biasanya, tidak lebih dari 60 ribu meter kubik per hari ketika erupsi. ''Yang sedang kita pantau kecepatan pertumbuhan kubah lava baru dan percepatan tambahan tinggi. Semoga saja kita bisa melihat perkembangan ini dengan lebih analistis,'' katanya. Meski perkembangannya pesat, bentuk kubah baru itu masih seperti batok, permukaannya lembut berarti dalamnya fluit. Ini berarti, menurut dia, dari sisi kegempaan tidak begitu banyak. Namun kalau kegempaannya tidak cukup banyak, kita perlu waspada. Sebab kalau masih fluit seperti ini, kubah akan berkembang dengan cepat dan tanpa banyak gempa. Kebetulan posisi kubah lava baru cukup bagus, yakni berada di tengah sehingga masih cukup banyak ruang untuk melebarkan tubuhnya. ''Tetapi dalam hari-hari ke depan ini, semestinya kalau sudah melebar melampaui kubah-kubah lava yang lain, akan terlihat guguran-guguran yang semakin merata ke segala arah,'' tutur dia. Belum Bisa Memprediksi Ketika ditanya sampai berapa meter kubik jika nanti sampai tumpah? Ratdomo belum bisa memprediksikannya. Namun jika dilihat dari rit 1,2 juta meter kubik per tahun dan estimasinya dikalikan berapa lama istirahatnya, tentunya jumlahnya cukup banyak. ''Berarti 5 tahun. Jadi itu penting, itu potensi yang tersimpan di dalam,'' tandas dia. Bukan berarti itu harus potensi volume kubah yang terbentuk. Bagaimanapun juga, posisi kubah lava yang ada di atas juga membebani magma yang ada di bawahnya, kecuali nanti sudah mengalir. Jadi volumenya seperti jumlah yang diperkirakan sebelumnya. Biasanya, kubah lava Gunung Merapi tidak kurang dari 2 juta meter kubik. ''Yang jelas sampai pagi (Selasa 9/5), kubah lava belum begitu mengganggu. Selain itu, sudah ada limpahan ke arah bekas Kawah 1998. Meski demikian, beberapa lontaran kecil batu sudah mulai terlihat,'' jelas Ratdomo Purbo. Berdasar pemantauan kegempaan (seismik) selama 24 jam, Senin (8/5), terjadi 102 kali gempa guguran lava pijar. Berdasar data harian yang diterbitkan BPPTK Yogyakarta, jumlah guguran 102 kali merupakan yang terbanyak selama masa krisis 2006 gunung itu. Karena itu, morfologi kubah lava 2006 yang baru terbentuk 28/4 lalu berubah relatif cepat dan bisa diamati dari Pos Pengamatan Kaliurang. Dari pos ini teramati 23 kali guguran lava, di antaranya memasuki pelataran Kawah Gendol dengan jarak luncur 150 meter. Dia yakin jumlah guguran lava pijar yang memasuki pelataran Kawah Gendol lebih dari 23 kali seperti yang teramati. Karena itu, tutur Ratdomopurbo, dalam waktu relatif singkat, tinggi kubah lava baru 2006 sudah mencapai 75 meter dengan volume kubah 1.350.000 meter kubik. Namun, dengan masih tertahan guguran lava pijar di pelataran Kawah Gendol, status bahaya gunung berketinggian 2.968 meter dpl masih dipertahankan pada tingkat Siaga. Cepatnya perubahan morfologi kubah lava 2006 bisa teramati secara visual dari Pos Kaliurang, Kabupaten Sleman. Selama enam jam pertama, Selasa kemarin, kawasan puncak tertutup kabut. Akibatnya, petugas Pos Kaliurang mengalami hambatan untuk mengamati guguran lava pijar yang memasuki pelataraan Gendol. Namun, petugas Pos Babadan masih bisa mengamati tujuh kali sinar api. Semantara dari Pos Jrakah lima kali dan dari Pos Selo satu kali.(sgt,P58-39,64m) |