| Rabu, 10 Mei 2006 | SEMARANG |
Usai Nyoblos, Siswadi DianiayaSALATIGA - Siswadi (25), warga RT 8 RW 5 Dukuh Ngentak, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Salatiga, dianiaya Andung (21), warga setempat, selepas mencoblos pemilihan kepala daerah (pilkada), Minggu (7/5) siang. Setelah kejadian itu, pelaku yang diketahui sedang mabuk itu langsung kabur dan belum kembali hingga kemarin. Menurut keterangan Siswadi, kejadian sekitar pukul 12.30 berawal saat dia dipanggil Andung dan beberapa pemuda untuk ikut ngobrol dan minum-minum. Karena mendapat tugas dari orang tuanya untuk menjaga adiknya, setelah melakukan pencoblosan, korban tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut. Entah mengapa, seketika itu juga terjadi pertengkaran dan membuat Andung marah serta berusaha memukul Siswadi. Korban yang merasa tidak bersalah langsung membalas pukulan Andung. Beruntung, sejumlah pemuda di tempat itu langsung melerai. Siswadi pun kemudian pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Siswadi langsung menjaga adiknya, seperti perintah orang tuanya. Namun, beberapa saat kemudian muncul Andung, yang masih dalam keadaan mabuk, membawa gagang gergaji besi dan memukulkannya kepada Siswadi. Akibatnya, kepala korban terluka, sehingga mengeluarkan darah. Sumiati (38), ibu korban yang ada di dalam rumah langsung berteriak minta tolong agar warga menghentikan ulah Andung, yang terus mengejar anaknya. Kontan warga RT 8 keluar rumah, setelah mendengar teriakan tersebut serta berusaha melerainya. Sejumlah polisi yang berjaga di TPS 13, tidak jauh dari tempat itu, ikut mendatangi lokasi. Mengetahui sejumlah polisi datang, Andung kabur dan hingga kemarin belum pulang. Sementara itu, Siswadi dilarikan ke Rumah Sakit DKT dan mendapat jahitan di kepalanya, sedangkan Rasiman (50), ayah Siswadi, bersama polisi ke Polres Salatiga untuk melaporkan kejadian tersebut. (H2-18h) |