| Rabu, 10 Mei 2006 | SEMARANG |
Perajin Tandang Bangkit LagiCANDISARI - Para perajin tahu di Kampung Tandang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, nyaris gulung tikar, ketika isu formalin merebak, beberapa bulan lalu. Sebab, jumlah produksi mereka merosot lebih dari 50%. Namun, kini mereka bangkit lagi, setelah kepercayaan masyarakat terhadap makanan olahan dari bahan kedelai itu kembali pulih. ''Sekarang kami bisa memproduksi enam kuintal tahu per hari,'' papar Parno (45), salah satu perajin di Kampung Tandang, Selasa (9/5). Dia mengungkapkan, saat merebak isu formalin dijadikan bahan pengawet makanan, jumlah produksinya merosot menjadi sekitar tiga kuintal per hari. Padahal, sebelumnya bisa menghasilkan tahu lebih dari enam kuintal. Menurut Warsino (63), ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), yang membawahi delapan industri rumah tangga pembuatan tahu dan 54 pembuat tempe di Kampung Tandang, kelompoknya tidak menggunakan formalin untuk mengawetkan produk. ''Bahan untuk membuat tahu hanyalah kedelai dan air kecutan atau jantu, yang merupakan air bekas saringan tahu itu sendiri,'' tutur dia. Namun demikian, ketika isu formalin merebak, kelompoknya ikut terkena dampak tersebut, karena permintaan tahu di pasaran merosot drastis. Sekitar tiga bulan, para perajin tahu harus mengurangi jumlah produksinya. Namun, hal itu tak sampai membuat mereka menghentikan usahanya. ''Kini, kami mulai bernafas lega, karena kepercayaan masyarakat terhadap tahu telah kembali pulih,'' ungkap dia. Trimo (53), pekerja pabrik ''Tahu Ana'', menambahkan, jumlah produksi tahu di pabrik tersebut disesuaikan permintaan pelanggan. "Kami sehari bisa memproduksi sebanyak tiga kuintal," katanya. Tahu hasil produksi Kampung Tandang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, antara lain, Johar, Rejomulyo, dan Karangayu. Selain itu, juga dijual ke bakul yang datang langsung ke pabriknya. Warga setempat juga ada yang membeli langsung di pabrik. ''Saat ini produksi tahu relatif stabil, karena pasar sudah pulih,'' ujarnya. (ric-62h) |