logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 SEMARANG
Line

Tanjung Emas Kurangi ABT

SEMARANG - PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas akan mengurangi penggunaan air bawah tanah (ABT). Untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan pelabuhan, BUMN itu bekerja sama dengan PDAM Kota Semarang.

General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas, Achmad Baroto mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka, kemarin. Selama ini, kebutuhan air bersih di pelabuhan sekitar 5.000 meter kubik per bulan. ''Pengurangan air bawah tanah akan kami lakukan dengan cara menutup sumur ABT secara bertahap,'' katanya.

Kini ada 18 sumur ABT di lingkungan pelabuhan. Untuk kali pertama, dirinya akan menutup sekitar 25 % sumur yang ada. Penutupan sumur itu menunjukkan pelabuhan sangat peduli terhadap lingkungan. Berdasarkan penelitian Undip, daratan di Kota Semarang, terutama di pelabuhan dan sekitarnya, mengalami penurunan belasan cm per tahun.

Salah satu penyebab itu adalah tak terkendalinya masyarakat menggunakan ABT. ''Karena itu, dengan tidak lagi digunakannya ABT di lingkungan pelabuhan, akan mengurangi risiko amblesnya daratan. ''

Mengenai pasokan air pengganti, dirinya telah bekerja sama dengan PDAM. Namun, hal itu masih harus menunggu kesiapan teknis PDAM dalam pembuatan instalasi air besih. ''PDAM kan harus mempersiapkan instalasi di lingkungan pelabuhan. Jadi tidak bisa dilakukan segara. Yang jelas, kami sudah membicarakan hal itu dan PDAM menyatakan siap menyuplai kebutuhan air bersih di pelabuhan.'' (G5-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA