logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Mei 2006 KEDU & DIY
Line

Koperasi Pesantren Belum Berfungsi Baik

YOGYAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), sejak beberapa tahun lalu berupaya memulai pengembangan ekonomi pondok pesantren (ponpes) melalui sosialisasi koperasi pondok pesantren. Selain itu, pengembangan kemandirian ekonomi rakyat (PKER) dengan bantuan dana bergulir untuk pengembangan unit simpan pinjam. Namun, hasilnya belum optimal.

Hal itu dijelaskan Menteri Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, ketika berbicara pada pertemuan para pimpinan pesantren se-Pulau Jawa, di balai senat UGM Yogyakarta, Selasa (9/5).

Pengalaman di masa lalu itu, menurut Menteri, memberikan pelajaran yang cukup berharga dan harus dijadikan acuan di masa mendatang untuk dapat mengembangkan UKM di lingkungan pesantren.

Ponpes sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonpemerintah, mempunyai tingkat kemandirian yang tinggi. Bahkan mampu melahirkan alumni yang mempunyai kemampuan menetrasi inovasi kepada masyarakat lapisan bawah.

Lembaga pendidikan ini juga mengutamakan nilai-nilai kesederhanaan serta mempunyai dukungan yang luas dan mengakar kuat di lapisan masyarakat bawah.

Namun, berbagai permasalahan dihadapi dalam mengembangkan UKM di lingkungan ponpes, antara lain masih rendahnya pengetahuan dan motivasi kewirausahaan di kalangan mereka. Bisa dikatakan pula, institusi koperasi di pesantren belum berfungsi baik.

Sebab, belum ada instrumen di lingkungan sebagai tempat usaha yang memadai serta kurangnya fasilitator yang berkompeten di bidang kewirausahaan.

Keunggulan

Ditempat yang sama Menteri Agama RI Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, pesantren miliki nilai-nilai keunggulan yang jarang dimiliki oleh lembaga lain. Nilai-nilai itu masih tetap relevan dengan kondisi kebangsaan saat ini.

Kemandirian adalah salah satu nilai yang dimiliki pesantren. Berkat kemandirian itulah jumlah pesantren mengalami peningkatan secara signifikan sejak tiga dekade terakhir.

Menurut Basyuni, saat ini terdapat sekitar 13.000 pesantren yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia yang sejatinya merupakan potensi luar biasa untuk mediasi dan kampanye pembangunan.

Ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan oleh pesantren, yaitu sebagai agen dakwah, penyemai sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan unggul, sebagai mediator sosialisasi program pembangunan kepada masyarakat, dan untuk mengembangkan wawasan kebangsaan.

Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi dalam kesempatan itu berharap ada kesepakatan bersama antara perguruan tinggi dan pesantren untuk membangun bangsa dapat berjalan dengan baik. (P12-39n,d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA