| Rabu, 10 Mei 2006 | EKONOMI |
Puluhan Pengrajin Kompor Terancam Gulung TikarSEMARANG-Rencana Pemerintah mengganti kompor minyak tanah dengan kompor gas bakal mengancam kelangsungan usaha para perajin kompor minyak tanah. Karena itu, mereka berharap rencana itu dibatalkan. Kompor minyak produksi Jalan Barito cukup dikenal masyarakat. Tak sedikit pembeli yang datang dari luar Kota Semarang. Harga per unit berkisar Rp 25.000 - Rp 45.000. Karena itu, pemasyarakatan kompor elpiji jelas akan membuat perajin gulung tikar. Beberapa perajin di tepi tanggul Banjirkanal Timur itu mengaku kaget ketika diberitahu adanya rencana penggantian kompor minyak dengan kompor gas elpiji. "Saya mengharapkan penarikan kompor minyak tidak terjadi, karena usaha saya cuma ini," kata Sumiyati (45), Selasa (9/5), salah seorang perajin yang membuka kios kompor minyak di Jalan Barito Semarang. Seperti diberitakan kemarin, pemerintah berencana menerapkan kebijakan menarik kompor minyak tanah milik masyarakat untuk diganti dengan kompor gas elpiji. Rencana itu akan dilaksanakan tahun 2007. Direktur BBM Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas) Adi Subagyo mengatakan, kebijakan penggantian minyak tanah dengan batubara kurang berhasil. Karena itu akan diterapkan kebijakan pemakaian elpiji. Pemerintah akan menyiapkan tabung elpiji ukuran kecil yang harganya terjangkau masyarakat. Seandainya pemerintah menarik kompor minyak dan memberlakukan kompor gas, Sumiyati bertekad akan tetap menjual kompor minyak sampai stok yang dimilikinya habis. ''Saya akan tetap menjual kompor minyak, meski akan mengalami kerugian,'' katanya. Sugeng (40), perajin lain berharap pemerintah mempertimbangkan lagi kebijakan tersebut, karena akan membuat para perajin kompor kehilangan pekerjaan. "Sebaiknya Pemerintah jangan tergesa-gesa menerapkan kebijakan tersebut, karena akan membuat puluhan perajin kompor minyak tanah menjadi pengangguran," katanya. Harga kompor di Jalan Barito bervariasi sesuai dengan ukurannya. Untuk kompor ukuran kecil dengan kapasitas minyak tanah 1 liter dan 16 sumbu, ditawarkan dengan harga Rp 25.000, ukuran sedang dengan 20 sumbu dijual dengan harga Rp 35.000 dan kompor bersumbu 24 ditawarkan Rp 45.000 per unit. ''Harga kompor di sini lebih murah dibanding kompor buatan pabrik yang dijual di toko-toko,'' kata Sugeng.(ric-33) |