| Selasa, 09 Mei 2006 | SALA |
195 Ha Sawah TerendamKLATEN - Hujan deras yang turun terus-menerus di wilayah Kabupaten Klaten, Sabtu (6/5) lalu mengakibatkan bendungan di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten jebol sekitar dua meter. Akibatnya, air sungai meluap menggenangi 195 hektare sawah di sekitarnya.Menurut informasi, sejak akhir pekan lalu, hujan deras turun terus-menerus. Akibatnya, aliran sungai semakin tinggi dan deras. Bangunan bendungan yang sudah berumur itu tak kuat menahan derasnya air sehingga jebol. Air sungai pun menerobos celah bendungan yang jebol dan menggenangi sawah di sekitarnya. Genangan air itu membuat sedih petani karena padi yang mereka tanam rusak dan terancam gagal panen. Sebagian padi yang siap panen ambruk dan bulir padinya menjadi rapuh akibat terendam air. Modal yang ditanam para petani pun tak kembali. Untunglah, genangan air mulai surut Minggu malam. Kemarin, para petani mengecek kondisi lahan padi masing-masing. Kerugian akibat musibah tersebut belum bisa dipastikan. Ketika air mulai surut, warga sekitar bendungan berupaya menambal bendungan yang jebol agar bila turun hujan deras air tidak menggenangi persawahan dan kerusakan tidak semakin parah. Namun perbaikan itu sifatnya hanya sementara. Kepada wartawan, Camat Gantiwarno Sugeng Haryanto mengatakan, Bendungan Ceporan itu jebol pada pukul 18.00 akibat hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir. Sayangnya, kerugian akibat jebolnya bendungan itu belum bisa dipastikan. Kemarin, petugas Kecamatan Gantiwarno mengecek ke lapangan untuk memperkirakan jumlah kerugian akibat banjir tersebut. Selama ini, Gantiwarno memang rawan banjir. Hampir setiap tahun kawasan yang dikepung tiga sungai, yakni Sungai Dengkeng, Simping, dan Birin yang arusnya cukup deras itu dilanda banjir. Dari data yang dihimpun, banjir biasanya melanda desa-desa seperti Desa Kreten, Katekan, Gesikan, Karangturi, dan Ngandong. (F5-67n) |