| Selasa, 09 Mei 2006 | NASIONAL |
SOSOKDiganggu WTS
TERNYATA menjadi anggota DPR tidak selamanya nyaman dan bebas gangguan. Setidaknya, perasaan tidak nyaman itu pernah dialami Djoko Susilo. Mengapa? Sebab, di sela-sela waktunya yang sangat padat, dia berulang-ulang diganggu WTS yang masuk ke ruang kerjanya. Namun, WTS yang dimaksud anggota Komisi I DPR itu bukanlah wanita tuna susila, melainkan wartawan tanpa surat kabar. Berdalih ingin mewawancarai Djoko, WTS, eh wartawan gadungan itu mengelabui petugas keamanan dalam (pamdal) DPR. "Nama medianya sangat mirip dengan media massa yang sudah terkenal. Setelah masuk, ternyata bukan pertanyaan yang diajukan kepada saya. 'Wartawan' itu justru curhat, anaknya belum membayar tunggakan sekolah. Padahal sebentar lagi hampir ujian akhir," tutur anggota Fraksi PAN itu. Karena merasa kasihan, Djoko akhirnya mau mengeluarkan sejumlah uang untuk membantu anak si "wartawan" tersebut. Hasil "wawancara" itu juga tidak pernah dimuat di surat kabar mana pun. Namun yang lebih mengejutkan, ternyata pada lain hari, "wartawan" itu datang lagi dengan membawa sejumlah temannya. (Saktia Andri Susilo-48n) | ||||