| Selasa, 09 Mei 2006 | NASIONAL |
Kader PKB Yakin Tak Ada Kiai yang BermusuhanSEMARANG - Para kiai di lingkungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jateng diyakini tetap solid berkhidmah kepada umat. Karena itu, sebanyak 300 kiai dan pengurus PKB akan berangkat sebagai utusan Jateng guna mengikuti Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas), mulai hari ini sampai besok di Jakarta. Sekretaris DPW PKB Jateng versi Muktamar II Surabaya HM Muzamil, Senin (8/5) menjelaskan, keberangkatan para kiai itu sesuai dengan undangan DPP. Mereka berangkat dari beberapa titik pemberangkatan, menggunakan lima bus dan puluhan kendaraan pribadi. Menurut dia, dalam menghadapi masalah intern PKB yang hingga saat ini belum selesai, para kader yakin tak ada kiai yang saling bermusuhan. Soal beda pendapat atau pilihan itu sesuatu yang wajar, bukan permusuhan. ''Kalau kiai beda pendapat, beliau-beliau tetap saling menghormati. Sebab jika kiai benar, akan mendapat dua pahala. Namun jika mereka keliru, akan meraih satu pahala. Hal ini biasa dalam urusan fiqh,'' tutur dia. Begitu pula dalam soal politik. Menurut Muzamil, para kiai juga tetap saling menghormati karena politik merupakan bagian dari fiqh. Karena tradisi kiai lengket dengan fiqh, sebagian besar kiai meminta persoalan PKB diselesaikan dengan peraturan yang berlaku, yakni AD/ART PKB dan UU No 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik. Dalam musyawarah alim ulama Jateng pada 25-26 Maret lalu, lanjut dia, banyak kiai berpendapat bahwa penyelesaian masalah yang tidak mengacu pada aturan akan menimbulkan mudlarat lebih besar. (G17-64m) |