logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Mei 2006 NASIONAL
Line

Jalur Ganda KA Pantura Dibangun 2010

SEMARANG - Jalur ganda (double track) kereta api pantura, akan mulai dibangun pada 2010. Pembangunan double track saat ini difokuskan untuk jalur selatan yang dinilai lebih padat dibanding dengan jalur utara.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Jateng Ir Abdul Rochim, Senin (8/5) kemarin. Dia mengatakan, saat ini jalur ganda di wilayah selatan yang sudah berfungsi adalah antara Solo dan Yogyakarta. Sementara untuk Yogyakarta ke Kutoarjo, saat ini sedang dalam proses pembangunan dan diharapkan selesai pada 2007.

Setelah proyek tersebut selesai, Pemerintah akan melanjutkan pembangunan jalur ganda dari Kroya ke Cirebon. Proyek tersebut diharapkan selesai pada 2010. Pembangunan jalur ganda wilayah selatan itu, kemudian akan dilanjutkan dari Kroya ke Kutoarjo dan diharapkan rampung tahun 2012.

''Bersamaan dengan pembangunan jalur ganda Kroya - Kutoarjo, pembangunan jalur ganda di pantura dilaksanakan,'' kata dia.

Saat ini jalur ganda di pantura yang sudah dibangun adalah dari Tegal ke Brebes. Nantinya, jalur yang akan dibangun menjadi double track adalah antara Brebes hingga Kota Semarang.

''Namun kami akan memprioritaskan dulu jalur-jalur yang padat,'' kata dia.

Abdul Rochim mengatakan, pemerintah memprioritaskan pembangunan double track di wilayah selatan karena perjalanan kereta lebih padat dibanding dengan pantura. Untuk wilayah selatan, menurutnya, per hari dilalui 82 KA. Sementara jalur putara hanya 47 kereta.

Hal senada juga disampaikan Humas PT KA Daop IV Semarang Suprapto. Namun perbandingan frekuensi perjalanan di antara jalur selatan dan utara yang disampaikannya, berbeda dengan Dinas Perhubungan.

Menurut Suprapto, jalur itu dilalui 80 kereta per hari, sedangkan jalur selatan bisa 100 kereta per hari.

Sementara itu, jumlah penumpang di jalur utara, dia memperkirakan mencapai rata-rata 2.230 orang per hari. Mereka menggunakan KA Anggrek (60 orang), Muria (180 orang), Sembrani (60 orang), Gumarang (60 orang), Kamandanu (180 orang), Bangunkarta (180 orang), Senja Utama (360 orang), Fajar Bisnis (360 orang), Matarmaja (30 orang), Brantas (30 orang), Kertajaya (30 orang), dan Tawangjaya (700 orang).

Menurut Suprapro, setiap tahun penumpang KA reguler mengalami peningkatan 110 %. Persoalan muncul karena jumlah kereta api cenderung tidak bertambah. Hal itu menyebabkan PT KA harus sering menolak penumpang jika kereta api sudah penuh.

''Pemda Jateng pernah berencana melakukan investasi dengan menambah sarana. Kapan hal itu akan terealisasi?'' tanya dia. (G6-64m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA