| Selasa, 09 Mei 2006 | NASIONAL |
Gugat Cerai Tommy
BISIK-BISIK yang selama ini beredar di kalangan wartawan hiburan, sejatinya pasangan Tommy Soeharto dan Tata sudah lama bercerai. Kabar yang beredar lagi, Tata bahkan sudah menikah dengan mantan pacarnya. Namun berita terbaru menyebutkan, baru kali ini Tata secara resmi menggugat cerai suami yang menikahinya pada 30 April 1997 lalu. ''Secara agama Tommy dan Tata memang sudah lama bercerai, sejak 2000 lalu, tidak lama setelah Tommy ditangkap. Kalau sekarang salah satu dari mereka mengajukan gugatan, mungkin sebagai upaya melegalkan perceraian itu,'' tutur seorang sahabat Tata yang enggan disebutkan namanya. Isu gugatan cerai Tata atas putra bungsu mantan presiden Soeharto itu menyeruak ke permukaan, seiring dengan penemuan sepucuk surat yang dialamatkan ke Pengadilan Agama Jakarta Timur. Surat yang ditandatangani Wakil Ketua PA Jakarta Selatan Musfizal Musa SH itu berisi permintaan bantuan agar PA Jakarta Timur bisa menghadirkan Hutomo Mandala Putra bin HM Soeharto (44) dalam sidang pada 15 Mei 2006 mendatang. Meski dalam surat juga tertera nomor perkara gugatan yakni 467/Pdt.G/2006/PA.JS, tidak tercantum siapa yang mengajukan gugatan terhadap Tommy. Pengadilan Agama Jakarta Selatan perlu meminta bantuan koleganya PA Jakarta Timur, karena saat ini Tommy beralamat di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang yang berada di wilayah PA Jakarta Timur. Setelah ditelisik, ternyata Raden Ayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani yang akrab disapa Tata lah yang mengajukan gugatan cerai terhadap Tommy. Kepastian itu diperoleh dari sebuah sumber di PA Jakarta Selatan. Namun saat ini, baik Tata maupun kedua anak buah perkawinannya dengan Tommy, Dharma Mangkuluhur (8) dan Radhyana Gayanti Hutami (6) berada di Singapura. Sejak berpisah dari Tommy, ia memang lebih banyak tinggal di negeri tetangga tersebut. Meski demikian, ia masih memantau perkembangan butik di Kemang yang dikelola bersama adiknya. Belum Terima Sementara itu dari pihak Tommy, menurut orang dekatnya, sebenarnya hubungan Tata dan Tommy memang sudah berpisah secara agama sejak 3 tahun lalu. ''Sebenarnya Mas Tommy sudah lebih dulu ingin mengajukan gugatan cerai, supaya perceraian secara agama yang sudah mereka jalani bisa diresmikan. Namun kalau ternyata Tata yang lebih dulu mengajukannya, saya rasa tidak ada masalah. Yang pasti sampai sekarang Mas Tommy belum menerima surat panggilan sidang,'' tuturnya tanpa mau berkomentar lebih jauh lagi. Kabar keretakan rumah tangga Tommy-Tata memang mencuat sejak Tommy menjadi buron kasus tukar guling tanah Bulog- PT Goro. Dalam pelariannya, Tommy dituduh menjadi dalang berbagai aksi teror bom serta pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita yang memvonisnya hukuman penjara. Setelah berbulan-bulan dalam pelarian, Tommy ditangkap pada 28 November 2001. Seiring dengan tertangkapnya Tommy, muncul berbagai kasus yang melibatkan kaum wanita. Seorang wanita menyatakan dirinya hamil setelah berhubungan dengan Tommy, selama pria berkumis itu melarikan diri. Bahkan kemudian Sandy Harun menyebut dirinya telah menikah siri dengan Tommy dan membuahkan seorang anak Marimby Putri yang selama ini diakui sebagai anak pengusaha Setyawan Djodi. Kasus yang melibatkan wanita itu kemudian memunculkan rumor, Tata tak sanggup lagi mendampingi Tommy. Padahal pada saat itu, anak kedua mereka, Aya, belum genap berusia satu tahun.(tn-64m) | ||||