logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Mei 2006 NASIONAL
Line

SPBU Tirto Pekalongan Dirampok

PEKALONGAN - SPBU Tirto Kota Pekalongan, Senin (8/5) kemarin pukul 09.15 menjadi sasaran perampokan. Pelaku yang diduga empat orang itu membawa kabur uang tunai Rp 271,8 juta lebih. Bahkan seorang kasir SPBU Ulujami, Pemalang, Maryono yang membawa uang, sempat ditodong dengan senjata tajam berupa pisau belati.

Seorang karyawan SPBU Tirto Sri Mulyani menceritakan, kejadian berawal ketika empat pelaku datang ke tempat penjualan oli. Dua di antaranya kemudian membeli rokok dan minuman mineral di kantin.

''Saya sempat bertanya kepada mereka, apakah ingin membeli oli atau tidak. Jika berniat membeli, saya akan memanggilkan petugas yang berjaga di tempat penjualan oli,'' katanya. Pertanyaan itu kemudian dijawab pelaku tidak membeli oli.

Selanjutnya, dia melihat dua pelaku kembali menuju tempat dua rekannya menghentikan kendaraan. Ketika itu, dia tidak menduga jika mereka ingin merampok. Mulyani kemudian menuju mobil yang ditumpangi Maryono beserta sopir. ''Di tempat itu, saya menggoda anak kecil yang berada di dalam mobil,'' papar dia.

Ketika dirinya sedang bergurau dengan anak itu, Maryono bermaksud keluar dari dalam mobil. Baru saja membuka pintu, tiba-tiba dua orang tak dikenal mendekati korban dan menodongkan pisau ke bagian perut. Korban pun berusaha mengindar dari todongan tersebut.

Rebut Tas

Melihat reaksi korban, pelaku tetap berusaha merebut tas yang berisi uang. Kebetulan tas diikatkan di tubuh korban sehingga para pelaku berupaya memutus ikatan. Upaya paksa itu membuahkan hasil. Ikatan terputus dan kemudian para perampok itu kabur menggunakan sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari tempat kejadian. Dua teman pelaku yang menunggu di dekat SPBU Tirto juga ikut kabur.

Sementara itu, Maryono mengatakan, kejadiannya begitu cepat. Padahal, kata dia, uang akan disetor ke bank. ''Saat ditodong saya sempat menghindar sehingga lolos dari ancaman senjata itu. Jika tidak mengelak, mungkin perut saya sudah kena,'' tutur dia di Mapolsekta Pekalongan Barat.

Sementara pengemudi mobil Bakhur, mengaku tidak tahu persis kejadian tersebut. Dia baru tahu setelah beberapa orang berteriak ada perampokan. Bahkan dia sempat mengejar para pelaku, namun tidak berhasil.

Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Agus Dwi Saputro melalui Kapolsekta Pekalongan Barat Iptu Sumarjo SH mengatakan, usai menerima informasi tersebut, pihaknya kemudian datang ke tempat kejadian. Dari hasil penyelidikan sementara, identitas pelaku sudah diketahui. Hingga kini, polisi masih melakukan pelacakan. (H4-61m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA