logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Mei 2006 KEDU & DIY
Line

PBPP Tangani Kelenteng dan Makam

KEBUMEN - Tanah longsor dan erosi di tebing Sungai Luk Ulo yang mengancam keberadaan Kelenteng Kong Hwie Kiong dan makam Kelurahan Kebumen ditangani Satuan Kerja Non Vertikal Proyek Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai (PBPP).

Pimpro PBPP Ir H Mudjadi, Minggu (7/5), menyatakan, pihaknya telah meninjau dua lokasi itu di Kelurahan Kebumen. Menurutnya, kelenteng ambles cukup dalam. Penanganannya akan dilakukan satu paket dengan amblesnya makam Kelurahan Kebumen di sebelah selatan, serta longsoran tebing Sungai Luk Ulo di Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren.

''Kami tak bisa sepotong-sepotong, percuma. Ini perlu diatasi secara komprehensif,'' tandas Mudjadi.

Dia menjelaskan, pada tahap awal, pihaknya akan melakukan pengukuran lokasi, kemudian disusul penyusunan desain. Dananya akan diusulkan dalam penanganan proyek 2007. ''Kami belum bisa memperkirakan anggarannya, namun butuh dana besar.''

Menurut Mudjadi, erosi itu harus ditangai guna mencegah pelebaran sungai. Selain itu juga mengamankan pemukiman dan fasilitas umum, termasuk kelenteng, makam dan kantor.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kelenteng Kong Hwi Kiong Sugeng Budiawan menyambut baik peninjauan lapangan oleh PBPP. Pihaknya berharap penanganan kelenteng bisa dilakukan segera. Sebab, longsoran tebing sungai makin mengancam keberadaan kelenteng. Sugeng juga menjelaskan, bangunan Kelenteng Kebumen sudah berusia lebih dari 100 tahun, sehingga termasuk bangunan yang dilindungi. Penanganannya butuh dana besar, sehingga pihaknya melapor ke Pemkab dan PBPP. (B3-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA