| Selasa, 09 Mei 2006 | KEDU & DIY |
PMI Latihan Evakuasi di MerapiYOGYAKARTA- Untuk mengantisipasi meletusnya Gunung Merapi, PMI telah melakukan beberapa hal. Salah satunya latihan evakuasi bersama TNI/Polri, dengan melibatkan ambulans dan dua mobil tangki yang membawa 8.000 liter air bersih. Selain itu, PMI juga membagi 20.000 masker, obat-obatan, membuat dapur umum, dan posko kesehatan. Nantinya PMI juga akan menyiapkan selimut dan tikar bagi pengungsi. Ketua Umum PMI Pusat, Mar'ie Muhammad mengatakan, persiapan yang maksimal itu guna mengurangi penderitaan sesama manusia, termasuk keselamatan jiwa manusia. Mar'ie meninjau daerah Gunung Merapi dari dekat lewat Klaten. Untuk mengurangi korban, dia menganjurkan mulai tiga hari (Jumat, 5/5) lalu, dalam radius lima kilometer dari kepundan/puncak, seluruh warga beserta harta benda dan ternaknya untuk segera dievakuasi. Apabila keadaan lebih memburuk, evakuasi dilakukan seluruh warga yang berada dalam radius 10 km. Semua dilakukan bila Merapi meletus, warga bisa segera diselamatkan. Salah Persepsi Ketika menghadiri pelantikan pengurus daerah PMI DIY, selaku ketua pengurus pusat PMI, Mar'ie menyatakan masih banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai PMI. Banyak yang menganggap PMI memperjualbelikan darah. Padahal biaya yang dikenakan bagi masyarakat yang membutuhkan darah tersebut, yakni untuk biaya operasional pengetesan darah. Seperti apakah terkena penyakit atau tidak dan cocok tidak dengan yang akan menerima. Membetulkan persepsi yang salah tersebut, menurutnya, merupakan tantangan bagi pengurus PMI. Belum lagi tantangan lain yang lebih besar dan kompleks. Pengurus Daerah PMI DIY masa bakti 2006-2011 yang dilantik oleh Ketua PMI Pusat adalah dokter Bondan Agus Suryanto SE MM sebagai ketua. Selanjutnya wakil ketua Taslim Sudiyanto, sekretaris Drs Sri Hadi Basuki Dipl, bendahara H Syarif Mashur Ridho, serta empat anggota. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya berharap di bawah kepengurusan yang baru, PMI akan semakin eksis mengemban misi kemanusiaan untuk sesama. Ke depan, PMI tidak hanya dikenal dengan kegiatan donor darahnya, tetapi lebih penting lagi dapat menjadi organisasi yang mengutamakan aspek kemanusiaan. Terlebih lagi mengenai keberadaan PMI ini, Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen tinggi. Antara lain memperkuat aspek-aspek kelembagaan dalam perencanaan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan memperkuat kemitraan dengan lembaga-lembaga nasional untuk membantu masyarakat rentan. Karena itu, dengan adanya komitmen itu diharapkan akan tumbuh sinergi antara PMI dan pemerintah, sehingga program kemanusiaan yang akan dijalankan dapat seiring sejalan. (sgt-39s) |