| Kamis, 04 Mei 2006 | SEMARANG |
Dua Kelas SDN Gedawang 02 Tidak Layak PakaiSEMARANG - Kondisi bangunan SD Negeri Gedawang 02 di Jalan Sendang Pakel Raya, Gedawang, Kecamatan Banyumanik, kini memprihatinkan. Sebab, dua dari lima ruang kelas tidak layak pakai. Dari pantauan Suara Merdeka, sebagian besar langit-langit kelas IV ambrol dan sebagian atap kelas III berlubang. Kepala Sekolah Partini melalui salah seorang guru, Theresia, menyebutkan, kedua kelas itu tidak dapat digunakan karena berbahaya. Untuk kegiatan pembelajaran, murid kelas III dan IV terpaksa dipindahkan ke sebuah ruang guru. Saat ini, jumlah peserta didik di kedua kelas tersebut 50-an orang. Para pengajar pun satu ruang dengan kepala sekolah. Atas kondisi itu, jam belajar murid kedua kelas itu terpaksa dikurangi. Padahal sesuai dengan jadwal, mereka seharusnya belajar dari pukul 07.00 hingga pukul 12.40. ''Untuk siswa kelas IV masuk pukul 07.00-10.00, kemudian langsung dilanjutkan murid kelas III hingga pukul 12.30.'' Pihaknya didampingi Komite Sekolah Seksi Pembangunan Suramin mengatakan, bangunan sekolah yang berdiri pada 1983 itu pernah direnovasi bagian atapnya empat tahun lalu. Ketika itu, perbaikan diserahkan kepada pemborong dengan dana Rp 40 juta. Dia mengatakan, sekolah mendapatkan dana kontingensi Rp 12 juta dari Pemkot. Dana tersebut hanya mampu mengkover pemasangan empat kuda-kuda satu ruang kelas. ''Dana seminim itu, jelas tidak mungkin untuk perbaikan seluruh atap. Kalau tidak ada suntikan dana tambahan, para murid terpaksa belajar beratapkan langit.'' Suramin menyebutkan, perbaikan atap pernah dilakukan sejak 27 April lalu. Kerusakan itu diketahui saat penjaga sekolah Mustofa memeriksa atap ruang kelas IV yang bocor. Pada saat itu, diketahui kayu-kayu atap sudah lapuk. Begitu pula dengan atap kayu ruang kelas III. Kasubdin TK dan Pendidikan Dasar Dra Yuarita mengungkapkan, dana untuk merenovasi bangunan sekolah adalah wewenang Bagian Pembangunan Pemkot. Kabag Pembangunan Pemkot Ir Eko Cahyono MT menekankan, dana kontingensi untuk sekolah sifatnya pendamping swadaya masyarakat. (H11,lin-56j) |