| Kamis, 20 April 2006 | PANTURA |
Irigasi Tak Memadai Tiga Ha Sawah RusakTEGAL - Sekitar 30 persen luas lahan pertanian, atau kurang lebih tiga hektare dari 10 hektare di Kelurahan Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, terancam gagal panen. Pasalnya, lahan tersebut terendam air sepanjang musim hujan. Tak pelak, tanaman padi rusak. Kondisi tersebut dialami warga sejak lima tahun lalu. Menurut Lurah Pesurungan Lor, Suskmaedi, terendamnya lahan pertanian warga itu disebabkan irigasi tak berfungsi. Apalagi saat laut pasang, sawah tergenang rob. "Persawahan di wilayah kami sebagian besar menggunakan sistem tadah hujan," ujarnya. Kondisi pertanian di Pesurungan Lor, menurut dia, memang kurang menguntungkan. Sehingga, warga banyak yang memilih menjadi peternak itik daripada bertani. Tercatat sekitar 80 persen dari penduduk yang berjumlah 4.579 jiwa itu menjadi peternak itik, dengan lahan relokasi seluas 1,8 hektare. Kelurahan yang berdekatan dengan Terminal Tegal itu juga memiliki lahan seluas 1,5 hektare yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Perbaikan Jalan Rencananya, pembangunan di kelurahan yang pernah mendapatkan penghargaan di bidang agrobisnis pembangunan peternakan tingkat nasional sebagai sentra itik terbaik tahun 2005 itu, akan dilakukan. Yakni, perbaikan Jalan Kapten Samadikun sebagai jalur utama. Selain itu, lahan pembuangan sampah di ujung kelurahan akan diubah menjadi lapangan serbaguna. "Selama ini, anak-anak SD di Pesurungan Lor masih menggunakan halaman Kantor Kelurahan sebagai tempat olahraga," tutur dia. Selain itu, SD Pesurungan Lor I juga akan direlokasi, karena gedung sekolah tidak representatif. "Untuk menampung 460 siswa, hanya terdapat enam lokal. Terpaksa sejumlah ruang madrasah diniyah dipinjam untuk proses pembelajaran," tambahnya. Menyinggung tentang dana Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) infrastruktur pedesaan, pihaknya menggunakan dana tersebut untuk pemavingan dan perbaikan saluran. Pemavingan dilakukan di Kompleks Stobal, yakni jalan menuju arah terminal sepanjang 304 meter dan lebar 1,5 meter, serta saluran dengan lebar 1,8 meter dan panjang 448 meter. Dana bantuan tersebut besarnya Rp 250 juta, dan realisasinya dibantu swadaya masyarakat. (H26-61d) |