logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 April 2006 PANTURA
Line

Pengawasan Gunung Slamet Ditingkatkan

  • Terjadi Peningkatan Gempa Permukaan

PEMALANG - Aktivitas Gunung Slamet yang berada di empat lokasi kabupaten terjadi peningkatan gempa permukaan pada Februari dan Maret. Memasuki April aktivitas cenderung turun, namun gempa masih terjadi.

Meski terjadi peningkatan gempa permukaan, masyarakat yang berada di lokasi gunung, yakni Kabupaten Pemalang, Tegal, Banyumas, Brebes, dan Purbalingga diminta tetap tenang.

Sebab, secara global aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (dpl) itu masih dalam batas normal hingga Rabu (19/4).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Sukedi mengatakan, peningkatan gempa permukaan tersebut tidak diikuti gempa vulkanik, sehingga masih dalam kondisi relatif aman.

Peningkatan gempa dalam waktu 24 jam terjadi ratusan kali, seperti yang terlihat dalam alat pencatat gempa (seismograf).

''Namun, gempa tersebut tidak dirasakan oleh manusia terutama warga di sekitar gunung. Getaran gempa hanya tercatat pada alat seismograf yang terletak di pos pengawasan,'' katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, peningkatan gempa permukaan itu tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi yang kini sedang naik. Namun, merupakan kondisi rutin setiap tahun. Kecuali jika diikuti gempa vulkanik, pihaknya menerapkan situasi waspada.

Tingkatkan Pengawasan

Karena adanya peningkatan gempa permukaan pada puncak gunung, pihaknya meningkatkan pengawasan. Peningkatan gempa tersebut disebabkan oleh adanya konsentrasi gas yang terjadi pada permukaan kawah. Sementara pelepasan gas yang terjadi pada puncak gunung, masih normal.

''Justru kalau tidak mengeluarkan gas dianggap berbahaya. Berarti ada penyumbatan dan bisa meletus. Pelepasan gas itu bisa dilihat pada bagian puncak dengan warna putih seperti mega,'' paparnya.

Peningkatan pengawasan yang dilakukan termasuk dalam pengukuran suhu air panas di daerah Guci, Tegal. Pengukuran suhu dilakukan empat kali dalam satu bulan. Kalau tidak ada peningkatan gempa permukaan, dilakukan dua kali dalam satu bulan. Suhu air panas kini berkisar antara 44 sampai 48 derajat Celsius. (sf-61d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA