logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 April 2006 OLAHRAGA
Line

PASI Cetak Atlet Dasa dan Sapta Lomba

JAKARTA - PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) akan mencetak atlet muda Indonesia untuk menjadi spesialis atlet dasa lomba dan sapta lomba. Salah satu cara untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah dengan menggelar event kombinasi di Stadion Madya Jakarta, 21 dan 22 April ini.

''Melalui kejuaraan ini diharapkan nomor sapta lomba dan dasa lomba diminati oleh kaum muda. Kita mengharapkan ditemukannya bibit-bibit baru,'' ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan di Jakarta, kemarin.

Event gabungan adalah nomor atletik yang mempertandingkan nomor dasa lomba dan sapta lomba. Dasa lomba akan diikuti oleh atlet putra senior dan yunior. Nomor ini terdiri dari lari 100 meter, 400 meter, 1.500 meter, 110 meter gawang, lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah, lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru. Sapta lomba diikuti oleh atlet senior dan yunior putri. Gabungan nomor ini adalah nomor lari 200 meter, 800 meter, 100 meter gawang, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing dan tolak peluru.

Atlet remaja akan mengikuti nomor panca lomba. Nomor itu terdiri dari lari 60 meter gawang, 800 meter, 1000 meter, lompat jauh, lompat tinggi dan tolak peluru. ''Tujuannya adalah untuk menunjang pembibitan,'' jelas Bob Hasan.

Para pemenang, lanjutnya, akan diberikan hadiah pembinaan Rp 250 ribu - Rp 5 juta sesuai peringkat dan katagorinya. Nomor dasa lomba dan sapta lomba saat ini memprihatinkan. Hal ini karena menurunnya para atlet yang menggelutinya.

''Banyak kendala kenapa nomor itu tidak diminati. Pertama karena sulitnya seorang atlet menguasai banyak nomor. Kedua kurangnya fasilitas di daerah-daerah. Ketiga tidak mudah bagi penonton untuk mengikutinya,'' ungkap Bob Hasan.

Bob berkeyakinan Indonesia mempunyai potensi untuk berjaya pada tingkat regional. Hal ini pernah dibuktikan ketika nomor dasa lomba dan sapta lomba SEA Games 1993 dan 1995 dikuasai Indonesia. Pada saat itu ada Julius Uwe dan Rumini yang kini masih memegang rekornas dasa lomba 7013 dan sapta lomba 5204.

''Kenapa dulu bisa? Sekarang mestinya harus lebih bisa. Sekarang lebih bagus keadaannya dari dulu,'' tukas Bob Hasan.(D3-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA